Adam Hawa (Rhoeo Discolor)

Adam Hawa (Rhoeo Discolor)

Rhoeo Discolor atau disebut adam hawa merupakan salah satu tanaman yang berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tumbuhan ini termasuk jenis semak dengan tinggi mencapai 40-60 cm dan batang pendek dengan arah tumbuh tegak lurus. Jika diklasifikasikan, tanaman Rhoeo discolor akan menjadi seperti berikut. Kingdom : Plantae (Tumbuhan) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan Berbunga) Kelas : Liliopsida (Berkeping satu atau monokotil) Ordo : Commelinales Famili : Commelinaceae Genus : Rhoeo Spesies : Rhoeo discolor

Ciri, Bentuk & Warna

Seperti yang telah disebutkan di atas, tanaman Rhoeo discolor memiliki habitus semak dengan ketinggian 40-60 cm. Batang Rhoeo discolor bersifat kasar, pendek, lurus, dan berwarna coklat. Batang Rhoeo discolor bersifat basah atau herbaceus. Dilihat dari panjang umurnya, tanaman adam hawa merupakan annuus atau tumbuhan muda dengan bentuk batang bulat dan sifat permukaan batangnya yang memperlihatkan bekas daun. Daun tanaman ini memiliki karakteristik tunggal, berbentuk lonjong (ensiformis), ujung runcing (acutus), dengan pangkal memeluk batang. Bagian tepi daun rata dengan panjang 25-30 cm dan lebar 3-6 cm. Permukaan atas daun Rhoeo discolor berwarna hijau, sedangkan bagian permukaan bawahnya berwarna merah kecoklatan. Daging daun adam hawa tipis lunak dengan tipe tulang daun sejajar. Rhoeo discolor memiliki bunga majemuk yang berbentuk mangkok, terletak di ketiak daun dan terbungkus kelopak berbentuk menyerupai kerang. Benang sarinya berbentuk silindris, banyak, dan berwarna putih. Sementara, bagian kepala putik berwarna kuning. Mahkota bunga Rhoeo discolor berbentuk segitiga, berjumlah tiga lembar, dan berwarna putih. Tipe perakaran tanaman ini yaitu serabut berwarna kecoklatan.

Cara Menanam

Salah satu ciri khas dari tanaman adam hawa adalah warna daunnya yang terdiri dari dua, dimana permukaan atasnya berwarna hijau sedangkan permukaan bawahnya berwarna marun hingga ungu. Alasan itulah mengapa tanaman Rhoeo discolor ini disebut juga tanaman adam hawa. Adam hawa memiliki bunga yang tumbuh dalam satu rumpun berjumlah 10-15 helai per rumpun pada usia dewasa. Melalui bunga ini pula, Rhoeo discolor dapat dikembangbiakkan. Bunga Rhoeo discolor sangat adaptif terhadap semua jenis lahan tanah, seperti pot, polybag, ataupun pekarangan rumah. Apalagi jika diletakkan di dalam ruangan dengan sedikit paparan sinar matahari langsung, maka Rhoeo discolor dapat tumbuh dengan baik. Langkah pertama menanam Rhoeo discolor yaitu melakukan pembibitan bunga adam hawa. Caranya dapat dilakukan melalui stek umbi rimpang, dengan catatan bibit yang diambil minimal telah memasuki usia tanam satu tahun, sehat, serta memiliki jumlah daun banyak dan panjang. Cara stek umbi rimpang ini mudah yaitu dengan gali dan potong bagian akar, kemudian rendam dalam air beberapa saat. Setelah itu, tanam bibit adam hawa dalam lubang tanam. Apabila bibit sudah siap, lanjut ke persiapan dan penanaman bunga adam hawa. Buat media tanam dari campuran tanah gembur dan pupuk dengan perbandingan 1:1. Persiapkan media tanam berupa pot atau polybag yang disesuaikan dengan letak penempatannya. Pastikan pot memiliki drainase yang baik supaya tidak ada genangan air.

Tips Merawat

Perawatan Rhoeo discolor dimulai sejak bibit ditanam dalam media tanam. Lakukan penyirama selama 1 minggu setelah ditanam. Jika sudah muncul tunas baru, pupuk Rhoeo discolor dengan urea atau pupuk organik setidaknya sebulan sekali hingga tanaman berusia 3 bulan. Setelah itu, pupuk seperlunya saja dengan penyiraman yang rutin. Sesekali, letakkan Rhoeo discolor dibawah sinar matahari supaya tumbuh subur.