Philodendron ‘Bob Cee’

Philodendron ‘Bob Cee’

Sumber foto: @craigmilran

Tanaman hias merupakan salah satu hiasan yang bisa ditempatkan di rumah atau tempat lain selain lukisan. Selain dapat memberikan keindahan, tanaman jenis Philodendron ini termasuk tanaman yang bisa menjaga kesehatan manusia karena bisa menyerap polutan. Bagi Anda yang ingin memiliki tanaman jenis Philodendron ‘Bob Cee’ ini, berikut informasi lengkapnya.

Ciri, Bentuk dan Warna

Tanaman ini memiliki daun yang tumbuh memanjang dengan lobus banyak dan sekilasnya bentuknya seperti gergaji atau model gigi. Tanaman yang termasuk hibrida sinden ini memiliki daun yang besar dan tumbuh menyirip seperti gergaji sangat panjang dan tersegmentasi. Ciri khas inilah yang membuat tanaman ini terlihat unik daripada tanaman lain.

Daun yang terlihat bergerigi ini bisa tumbuh dengan panjang tangkai 20 sampai 60 cm bahkan bisa lebih dengan  diameter 1 sampai 3 cm. Pertumbuhan daun ini bisa menyebar, bila dipegang terasa halus, terlihat glossy atau terlihat mengkilap, dan cenderung berwarna hijau tua. Pada bagian tepi daun, terlihat bahwasanya daun meruncing tajam hingga tumpul.

Pada ujung daun terlihat spathe yang cenderung berwarna putih hingga hijau pucat dengan panjang 5 sampai 7 cm dan bisa mengering hingga berwarna cokelat. Pada permukaan atas daun berwarna hijau tua yang terlihat mengkilap atau glossy dengan tulang daun atau tulang rusuk daun berbentuk cekung berwarna hijau muda. Sedangkan pada permukaan bawah daun berwarna hijau muda yang mengkilap dengan tulang daun menonjol.

Pada bagian batang, tanaman yang tumbuh hemavit dan terestrial ini memiliki batang yang tumbuh merambat dan terlihat  mencolok dengan panjang 20 sampai 60 cm dengan ukuran diameter 1 sampai 4 cm. Sedangkan bagian ruasanya terasa halus, berwarna hijau gelap hingga hijau kecokelatan dengan panjang 3 sampai 10 cm dengan diameter 2 sampai 5 cm.

Pada batang bagian atas biasanya tumbuh lebih besar daripada bagian bawah. Awalnya berwarna hijau tua yang mengering dan berubah menjadi abu-abu hingga cokelat seiring bertambahnya usia tanaman. Sedangkan akarnya berwarna kuning hingga hijau kekuningan, terlihat ramping dengan panjang 40 cm dan diameter 3 sampai 4 mm.

Cara Menanam

Tanaman Philodendron ‘Bob Cee’ ini termasuk tanaman yang mudah ditanam. Cukup siapkan beberapa hal berikut dengan baik agar tanaman bisa ditanam dengan baik.

1. Siapkan Media Tanam

Gunakan media tanam yang poros dengan drainase yang baik, yang tidak terlalu mengalirkan banyak air dan tidak terlalu menahan banyak air. Pastikan air mengalir dengan baik dan tidak tergenang agar media tanam tidak terlalu lembap agar oksigen bisa sampai ke akar. Salah satu jenis media tanam yang digunakan bisa seperti cacahan andam, sekam bakar, kokopit, serbuk kayu dan tanah humus yang kaya bahan organik dengan perbandingan 1:1. atau 2:1.

2. Siapkan Pot

Apabila ingin menanam tanaman ini di pot, sediakan pot yang memiliki lubang drainase baik untuk mencegah tanah terlalu basah dan lembap. Tanam ke pot yang lain yang lebih sedang saat tanaman sudah tumbuh dewasa. Hal ini ditujukan tanaman yang semakin besar memiliki akar yang padat dapat membuat stres bila tidak segera dipindahkan. Jika sudah tres, maka tanaman juga bisa terserang penyakit dan hama pengganggu.

Proses ini dilakukan 1 hingga 3 tahun karena waktu tersebut adalah waktu yang dibutuhkan akar untuk tumbuh lebih besar. Jangan gunakan pot yang memiliki ukuran lebih besar daripada tanaman bahkan berukuran jumbo. Hal ini justru dapat membuat tanaman semakin stres. Jangan lupa gunakan turus untuk membantu pertumbuhan daun dan batang agar tidak patah.

Cara Merawat

Tanaman Philodendron ‘Bob Cee’ bukanlah tanaman yang susah dirawat. Perhatikan hal berikut agar tanaman tetap bisa bertahan hidup.

1. Perhatikan Sinar Matahari

Hindarkan dari sinar matahari langsung karena dapat membakar daunnya. Apabila daun yang berwarna hijau menjadi kuning hal ini dapat menandakan tanaman terlalu lama terpapar sinar matahari. Apabila batang semakin panjang, hal ini menandakan paparan sinar matahari terlalu rendah. Oleh karena itu, tempatkan di tempat yang teduh atau sekitar 70 hingga 80 persen paparan sinar matahari.

Jangan lupa jemur tanaman terutama di pagi hari jam 07.00 sampai 09.00. Paparan sinar matahari ini digunakan untuk proses fotosintesis. Oleh karena itu, tempatkan di ruang yang terang. Apabila ditempatkan di ruangan, pilihlah ruangan yang lembap tapi tetap hangat.

2. Perhatikan Penyiraman

Lakukan penyiraman secara optimal agar daunnya tetap berwarna hijau. Tanaman ini sensitif bahkan bisa mati bila media tanah terlalu lembap. Solusinya agar media tanam tidak terlalu lembap adalah melihat media tanam bagian atas hingga 2 ruas jari mengering barulah dilakukan penyiraman.

Perhatikan juga jadwal penyiraman selama musim hujan. Ada baiknya penyiraman dilakukan menggunakan hansprayer agar daun tetap bersih agar terhindar dari kelembapan dan terhindarkan dari debu.

3. Suhu

Tanaman ini termasuk yang bisa tumbuh di zona cuaca khatulistiwa yakni sekitar 15 sampai 30 derajat celcius seperti di Indonesia. Oleh karena itu, jaga suhu agar tetap stabil. Adapun cara menciptakan kelembapan yang pas bisa menggunakan alat humidifier, menyemprot daun pada media tanam, mengisi tatakan pot dengan kerikil dan air yang ditujukan pada saat air menguap akan menciptakan kelembapan pada media tanam.

4. Pemupukan

Ada beberapa unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh dengan baik. Yakni nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium dan sulfur, karbon, hidrogen dan oksigen. Oleh karena itu, pilih pupuk yang mengandung nitrogen, fosfor, kalium. Jangan lupa juga untuk jadwalkan pemupukan sesuai selera bisa seminggu sekali, 2 minggu sekali atau sebulan sekali.

Caranya harus menyiramkan air terlebih dahulu dan gemburkan media tanam baru diberi pupuk. Kalau media tanam terlalu kering bisa menyebabkan akar terbakar dan tanaman jadi rusak. Jangan memberi pupuk yang tinggi garam karena dapat membahayakan tanaman.

Itulah informasi mengenai tanaman hias Philodendron ‘Bob Cee’. Jangan lupa untuk memberikan pupuk terbaik. Ada baiknya setiap bulan dilakukan perawatan agar tanaman bisa menghasilkan tunas baru dan bisa ditempatkan di tempat lain. Pastikan memilih media tanam berupa tanah humus agar tanaman bisa tumbuh sehat.