Kelas Bebas Hama: Bagaimana Cara Membasmi Hama Pada Tanaman?

/
Kelas Bebas Hama: Bagaimana Cara Membasmi Hama Pada Tanaman?

Ini adalah catatan dari @kelasebentar batch 11 dengan tema “Kelas Bebas Hama: Bagaimana Cara Membasmi Hama Pada Tanaman?” yang diselenggarakan pada 24 Oktober 2020 via Zoom.

Pemateri kali ini adalah seorang plant influencer, Adri Prastowo (thegreatweedwizards) yang akan berbagi tentang pengalaman penanggulangan hama terutama pada tanaman Aroids, Adenium dan Aglaonema yang dimiliki.

Pengertian Hama

Hama adalah hewan yang merusak tanaman atau hasil tanaman karena aktivitas hidupnya, terutama aktivitas untuk memperoleh makanan. Hama tumbuhan adalah organisme yang menyerang tumbuhan sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu. 

Hama juga diartikan sebagai organisme pengganggu tanaman yang menimbulkan kerusakan secara fisik yang dapat menyebabkan kerugian dalam pertanian.

Sampai saat ini pestisida merupakan salah satu faktor penting dalam penanggulangan hama, harus tetap hati-hati dan bijaksana dalam penggunaanya. 

Faktor Penyebab Serangan Hama pada Tanaman Araceae

Selama ini Adri hanya pakai 2-3 merk untuk menanggulangi insektisida, tapi sebenarnya pestisida memiliki cara sendiri dalam penggunaannya. Dan ini adalah beberapa faktor penyebab serangan Hama pada Tanaman Araceae.

  1. Tingkat kelembaban rendah.
    Karena di Indonesia itu  tingkat kelembaban udaranya sangat variatif. 
  2. Overdosis pupuk.
    Mayoritas orang salah kaprah dalam memberikan pupuk, sehingga kelebihan zat yang ada dalam pupuk malah mendatangkan hama untuk tanaman. 
  3. Suhu udara terlalu panas dan kering.
    Seperti misalnya kalau kita punya jenis tanaman yang biasanya hidup di daerah dingin dan sejuk, ketika pindah ke daerah yang panas, membuat tanaman jadi stress dan terserang hama. Sama seperti tubuh kita, ketika kita stress dan imun rendah, jadi rentan terhadap penyakit
  4. Media tanam yang terlalu padat, tidak steril, jenuh dan terlalu banyak menyimpan air.
    Mungkin banyak yang punya pengalaman dari kecil yang berpikiran bahwa semua media tanam itu bagus. Padahal belum tentu media tanam tersebut cocok untuk semua jenis tanaman hias dan balik lagi ke kondisi  di rumah, karena kondisi masing-masing rumah juga berbeda.
  5. Sirkulasi udara yang kurang baik.
    Salah satu unsur zat yang digunakan tanaman untuk berfotosintesis juga berasal dari sirkulasi udara. Ketika sirkulasi udara tidak lancar, tanaman bisa jadi stress.
  6. Stress pada tanaman.

Pencegahan Dan penanggulangan

  1. Penyiraman dengan air pada seluruh bagian fisik tanaman.
    Kadang yang kita lupa bahwa penyiraman ke dalam tanaman ke seluruh bagian tanaman itu sangat penting untuk pencegahan hama. Hama sebenarnya bisa dicegah dengan penyiraman yang gentle ke seluruh fisik tanaman. Karena hama lebih mudah menyerang pada bagian fisik yang kering atau jarang terkena air.
  2. Memberikan pestisida (Kimia dan Organik) dan bio hayati.
    Sebaiknya berikan unsur2 yang against terhadap hama tersebut, untuk memberikan antibodi dan membangun ekosistem yang baik untuk tanaman.
  3. Pembersihan dauh bagian belakang.
    Karena stomata terletak di daun bagian belakang, pembersihan daun bagian belakang harus rutin dilakukan. Apalagi untuk yang tinggal di apartemen, karena debu banyak hinggap pada tanaman sehingga proses fotosintesis menjadi tidak sempurna. Kalau kita bisa menyakinkan bahwa tanaman bersih dari debu, itu bisa mengurangi resiko terserang hama.
  4. Pembentukan ekosistem yang baik, yaitu penempatan tanaman sesuai dengan kebutuhan mereka di habitat aslinya.
    Sama seperti halnya manusia, yang pindah ke tempat baru dan tempatnya tidak mendukung, kita bisa protes. Tapi kalau tanaman tidak bisa protes (secara langsung), jadi mereka menunjukan gejala seperti daun menguning, layu atau kering. Itu tanda-tanda tanaman stress sehingga rentan terhadap hama. Pembentukan ekosistem yang baik itu seperti apa? Sebenarnya ada beberapa mikroorganisme yang tidak perlu dihilangkan seperti laba-laba. Mereka bisa jadi predator untuk hama2 yang kecil. Jadi kita membuat spot seperti habitat aslinya. Sehingga tanaman happy.

Waktu yang tepat untuk pemberian pestisida

  1. Pemberian pestisida itu di sore hari (di atas pukul 16.30) karena di waktu tersebut suhu udara relatif stabil dan kelembaban udara juga stabil
  2. DILARANG menggunakan pestisida di pagi hari karena udara pagi banyak mengandung uap air sehingga butiran pestisida nanti akan bercampur dengan uap tersebut dan konsentrasi formulanya jadi menurun.
  3. Karena mayoritas hama lebih aktif pada suhu yang lebih stabil. Maka lebih disarankan dinas pertanian untuk penggunaan pestisida itu di sore hari saat sudah tidak terkena sinar matahari.

Cara Penggunaan Pestisida Yang Tepat

  1. Rotasi penggunaan pestisida.
    Karena misalnya dalam satu siklus hama sudah terkena pestisida A, dan di siklus kemudian kita pakai pestisida yang sama, maka hama tersebut akan lebih resisten terhadap pestisida itu. Jadi rotasi ini sangat penting.
  2. Disarankan menggunakan bahan perekat untuk hasil maksimal.
    Kalau kita menggunakan pupuk yang menggunakan perekat, itu malah berbahaya karena akan melekat pada fisik tanaman, menghambat proses, dan membuat tanaman menjadi terbakar. Tapi penggunaan perekat pada pestisida akan bagus untuk mengikat bahan aktif pestisida sehingga penggunaannya maksimal.
  3. Tidak boleh mencampur pestisida organik dan pestisida kimia.
    Termasuk pupuk kimia dan pupuk organik, juga tidak boleh. Karena bahan kimia dan organik memiliki kandungan sifat yang berbeda.
  4. Semprotkan pada bagian bawah helai daun.
    Untuk hasil maksimal, semprotkan pestisida pada bagian bawah helai daun, karena organisme perusak tanaman banyak hidupnya dibawah helai daun.
  5. Sebaiknya selalu menggunakan setengah dosis yang dianjurkan.
    Termasuk untuk pencegahan. Kenapa? Lebih baik memberikan dosis sedikit tapi rutin, daripada banyak tapi jarang-jarang. Tapi kalau serangan hamanya masif, boleh sesuai dosis yang dianjurkan. Dan boleh diulang sampai hama tersebut benar-benar hilang.
  6. Penggunaan bahan aktif yang sesuai.
    Yaitu penyemprotan pestisida yang bersifat sistemik untuk pencegahan dan pestisida bersifat kontak untuk serangan.
  7. Pakai alat pelindung
    Termasuk masker, topi, kacamata, sarung tangan dan baju lengan panjang.
  8. Jauhkan hewan peliharaan ketika melakukan penyemprotan pestisida.
    Ini tentunya untuk menghindari resiko keracunan pada hewan.
  9. Untuk pemilik kolam ikan, tutup kolam ikan selama kurang lebih 12 jam.
    Hal ini untuk menghindari kolam terkena residu bahan pestisida yang biasanya akan terurai oleh penguapan dalam waktu kurang lebih 12 jam.

Macam-macam hama pada tanaman Aroid

*pada umumnya

Berikut adalah jenis-jenis hama yang biasanya menyerang tanaman Aroid. Dalam penjelasan di foto juga terlampir jenis bahan aktif dan merek dagang yang umum digunakan untuk pencegahan dan pembasmian. Dari daftar tersebut bisa cari tahu sendiri mana yang sistemik dan mana yang penggunaanya kontak fisik. Tidak harus semuanya dimiliki.

Kutu daun (Myzus Persicae)
Whitefly / Kutu Kebul / Bemisia Tabaci / Trialeurodes Vaporarium
Mealybugs / Kutu Putih / Pseudococcus Longispinus / Pseudococcus Viburn

Kutu putih ini adalah hama yang paling menyebalkan dan paling susah untuk dihilangkan , apalagi kalau serangannya sudah masif, dan sudah lebih dari 2-3 tanaman sudah tidak efektif menggunakan neem oil. Karena neem oil baru bekerja 3 hari setelah penyemprotan.

Ulat Grayak / Spodoptera Litura

Hama seperti belalang dan ulat biasanya di musim hujan. Penggunaan pestisidanya minimal memiliki 2 merek berbeda untuk rotasi.

Siput / Bekicot / Achatina sp.

Siput / bekicot ini hama yang sering menyerang tanaman yang di teras. Biasanya tidak terlalu mengganggu dan tidak perlu treatment khusus. Tapi kalau seranggan sudah masif, bisa menggunakan pestisida juga.

Thrips / Trips / Thrips Parvispinus / Thrips Palmi / Thrips Tabaci

Untuk Trips, bisa pakai Agrimec dan Demolish, bahan aktifnya sama tapi Agrimec lebih murni daripada Demolish. Tidak perlu beli semua merek, tapi pilih 2 atau 3 untuk rotasi.

Spider Mites / Tungau / Tetranychus sp.

Spidermites paling ampuh dengan Amitraz. Akan menyerang tanaman di lingkungan yang kering dengan kelembaban dibawah 50. Azamax cukup ampuh tapi import, dan sering digunakan oleh orang di luar negeri.

Tipsnya untuk tanaman yang sudah terkena Spider Mites:
1. Isolasi tanaman, atau
2. Potong daunnya

Karena hama ini seperti virus, cepat sekali menyebarnya dan sulit dibasmi.

Kaki Seribu / Millipedes

Kaki seribu kalau tidak banyak, tidak berbahaya. Tapi kalau koloninya sudah masif, ini akan menggerogoti akar. Cukup pakai pinset sarung tangan untuk menyingkirkan hamanya.

Belalang

Untuk membasmi belalang bisa menggunakan Klensect yang juga ampuh untuk membasmi nyamuk.

Bercak Daun / Cendawan Cercospora sp.

Cendawan bisa diatasi dengan menggunakan Antracol, yang penggunaannya kontak fisik langsung ke tanaman.

Pencegahan cendawan pada media tanam juga bisa dilakukan dengan pemberian Bio-Hayati untuk menciptakan koloni cendawan baik yang akan memerangi segala cendawan jahat serta bakteri jahat. Merek yang umum di pasaran:

  1. Mycogrow
  2. Mycovir
  3. Decotrent (Trichoderma sp.)
  4. Basmur (Trichoderma sp.)
  5. Anfush (Trichoderma sp.)
Jenis Bio-Hayati yang ada di pasaran

Selain media tanamnya poros, tambahkan juga bio hayati ini. Kalau di pot, jarang dikasih score atau fungisida. Berikut adalah beberapa foto hasil fermentasi media tanam. Ini bukan jamur, tapi ini cendawan yang akan menyerang.

Mereka akan mencari nutrisi yang ada di udara, tanah dan air, kemudian mengalirkan nutrisi ke akar. Kalau penggunaan corrizhae ini sudah tept tidak perlu lagi menggunakan fungisida.

Contoh hasil penggunaan Mycorrizhae

Tips lain untuk mengatasi rayap, bisa menggunakan daun pepaya yang diblender, setengah jam kemudian, rayapnya langsung mati dan tidak pernah ada lagi rayap.

Berikut ini adalah beberapa perubahan fisik tanaman yang kadang dianggap sebagai akibat dari Hama

Biasanya karena defisiensi nutrisi, pemberian pupuknya tidak seimbang. Unsur mikro dan makronya sudah tidak ada lagi.

Fitotoksik (phytotoxicity) *pada Philodendron Gloriosum (contoh)
Biasanya karena penggunaan pestisida pada waktu yang tidak tepat. Karena keracunan bahan aktif pestisida yang terlambat diproses tanaman dan terbakar oleh sinar matahari.

Suhu dan Kelembabab yang kurang tepat. Ini sering terjadi pada suhu udara panas. Padahal tanaman ini habitat alami yang sejuk sekitar 20-23 derajat, yang di jurang gelap jarang terkena sinar matahari. Jadi menurut Adri ini bukan jenis tanaman yang tepat untuk dimiliki.

Stress karena Kadar Sinar UV. Kelembaban kurang dari 70%. Suhu Udara terlalu tinggi. Contoh di atas: Karena Anthurium Warocqueanum untuk di humidity 70% ada sudah struggling.

Question and Answer

Penyiraman / penyemprotan air pada seluruh bagian fisik tanaman, apakah bisa dilakukan setiap hari? Misal dimisting sampai daun dan batangnya basah kuyup begitu?

Boleh dilakukan setiap hari, karena sifatnya langsung diserap tanaman kecuali penyiraman yang langsung diguyur pada media tanam. Karena kalau sisa2 air mengendap di media tanam. Itu seperti mandi aja buat tanaman.

Sebenarnya pemberian pestisida itu sebaiknya secara rutin, misalnya 2 minggu sekali, atau saat ada gejala terkena hama saja?

Pemberian pestisida itu ada 2 jenis,  sistemik dan kontak. Untuk pencegahan pestisida yang berbahan aktif dan sistemik. Karena harus masuk dulu ke jaringan batang. Kalau sudah terkena hama, langsung yang kontak fisik.

Apakah penggunaan insektisida bisa (dan baik) apabila dicampur dengan fungisida, atau lebih baik digunakan secara terpisah? Mau tanya juga apa artinya EC dan WP pada pestisida?

Kalau pengalaman Adri sebaiknya dilakukan berkala (untuk pencegahan). Misalnya minggu pertama pakai insektisida, baru 14 hari kemudian menggunakan fungisida. Kalau dicampur malah menghasilkan campuran bahan aktif yang tidak berguna lagi untuk hama tersebut.

EC: emulsifiable concentrate, bahan aktif lebih mudah larut dibanding WP.

WP: masih ada residu yang akan menempel pada botol sprayer.

Biasanya penggunaan WP pakainya dengan cara diguyur, kalau pakai sprayer lama-lama bisa bikin sprayer mampet karena residunya.

Untuk beberapa tanaman (setahu saya) ada yang daunnya tidak bisa terkena air. Untuk tanaman-tanaman demikian apakah di exclude dalam penyiraman “massive / gentle”? Lalu apa ada treatment lain yang sesuai untuk jenis tanaman seperti itu?

Bisa dilap saja pakai lap bersih, yang penting bersih. Karena kalau baru terkena hama 1 kemudian dilap, dia tidak akan berkembang.

Akhir-akhir ini metan saya suka digali binatang, sepertinya kodok kecil. Cara mencegahnya bagaimana? Atau apakah mungkin ada binatang lain yang suka gali metan?

Ada tikus. Cara mencegahnya bagaimana? Kalau kodok tidak masalah, yang bermasalah adalah tikus, karena menggerogoti akar. Ini biasanya terjadi kalau diberi bahan-bahan organik yang tidak difermentasi. 

Bagaimana cara mengatasi kutu yang berkembang biak di tanaman yang tumbuh didalam Box?

Media tanam harus diganti.

Cara membedakan hewan yang baik untuk tanaman dengan hewan hama bagaimana?

Ada seperti kapasnya atau tidak? Itu biasanya jamur jahat.

Kelembaban udara yang diperlukan untuk tanaman berapa?

Aroid minimal 70% atau 65% masih oke. Kalau 50% itu adenium atau tanaman bunga.

Jenis tanaman apa yang daun rentan gosong karena pesticides dan fungisida?

Kurang paham, kenapa? Karena kalau gosong biasanya pemberiannya tidak dalam waktu yang tepat atau terlalu banyak.

Kalau semut kan suka makan telur aphids. Tapi kalau semutnya banyak lalu jadi bertelur di pot, malah jadi hama kah? apakah perlu dibasmi juga?

Ada semut merah ada yang hitam, yang biasanya lebih suka ke media tanam yang belum difermentasi. Seperti sekam mentah. Sekam mentah itu memang bagus, tapi kalau sudah difermentasi. Jadi tidak ada lagi bakteri atau telur hama.

Antracol dan Score apakah bisa berbarengan dipakainya? Lebih baik dimisting atau disiram ke metan?

1. Antracol itu jenis kontak fisik, bisa digunakan kocor ke daun atau diguyur ke metan
2. Score bisa dimisting, karena sifatnya sistemik. Yang bisa digunakan untuk membentuk antibodi untuk melawan serangan cendawan di siklus selanjutnya.

Merk insektisida dan pestisida yang recomended apa ya? Karena kan banyak sekali merek yang ada di pasaran. Terima kasih.

Jangan bergantung pada salah satu merk saja, tapi harus mengerti. Harus punya minimal 2 yang sistemik dan kontak. Dan disesuaikan jenis hamanya.

Apakah penggunaan perekat aman jika digunakan berkala? Bagaimana reaksinya terhadap matahari? Apakah aman buat daunnya?

Hanya bisa digunakan pada pestisida, otomatis tidak bereaksi pada matahari karena penggunaan pestisida itu di sore hari.

Cara mengusir lalat yang koloninya sudan banyak dan menggerogoti tanaman buah? Ada pengaruh pupuk tidak? Yang mengundang lalat tersebut?

Bisa pakai Desis, Bulldog, atau Curacron juga bisa, pengaruh pupuk juga bisa.

Halo, saya di apartemen kering sekali udaranya jadi suka pakai humidifier, dapat kelembabannya jadi sekitar 70-80%. Tapi Verrucosum jadi jamuran daunnya. Ini pengaruh humidifier bukan ya, atau terkena penyakit?

Karena saat suhu udara lembab tapi sirkulasi tidak lancar, itu bikin jamur.

Ketika tanaman berjamur apakah dijemur mempengaruhi?

Harus di treatment, bukan dijemur.

Halo, ada beberapa nursery tertulis jangan dipegang daunnya, atau jangan disentuh. Apakah tangan kita mengandung hama atau membawa hama dari tanah kita? Mohon pencerahan.

Ada beberapa tanaman yang sangat sensitif terhadap sentuhan dari sentuhan organisme lain termasuk manusia. 

Kalau di nursery, biasanya ada 2 kemungkinan: takut daunnya rusak, atau kalau tangan kita membawa hama kurang paham, tapi kalau bakteri iya. Tapi kalau bakteri ini berpengaruh ke tanaman atau tidak masih belum tahu.

Berapa banyak penggunaan EM 4 untuk fermentasi mas Adri?

Kalau di labelnya ada, 1:1:50, 1 sendok makan, EM 4.

Saya pernah melakukan fermentasi sekam dengan EM4 + air gula (gula pasir tapinya) + air + Dithane. Seminggu kemudian banyak sekali binatang kecil lompat-lompat, seperti kutu lompat. Ini karena apa dan menghilangkannya bagaimana ya?

Fermentasi tidak bisa seminggu sudah jadi, minimal 1 bulan. Kalau kutu loncat-loncat itu biasanya bakteri untuk menghancurkan, bisa jadi itu OPT jahat yang sudah terbawa di media tanam, dan terkena pana proses fermentasi. Kalau medianya masih panas itu berarti fermentasinya belum selesai. Kalau sudah 1 bulan panas / kutunya tidak hilang, berarti fermentasinya tidak berhasil.

Untuk penggunaan bakterisida apakah perlu tanaman di bilas air?

Kalau mau dibilas, sebaiknya sebelum penggunaan. Karena dia perlu waktu 3 – 12 jam untuk diserap.

Untuk pine bark apakah harus difermentasi? Atau bisa dengan disiram air mendidih? Thank you.

Bisa dikukus / direbus saja cukup. Karena itu sifatnya hanya untuk memberikan rongga yang besar pada media tanam.

Saya pakai lumut sebagai top soil untuk Alocasia, hasilnya sangat bagus, akar tumbuh lebat antara metan dan top soil. Tapi setelah 1 bulan lebih saya lihat cendawan / jamur tumbuh di lumut saya karena lumut saya cenderung lembab. Apakah ini hama atau wajar? Apakah lumut sebagai top soil secara berkala harus diganti secara berkala?

Kalau yang tumbuh di lumut, biasanya cendawan-cendawan baik. Kalau media lumut biasanya jarang dikasih fungisida , paling tambah bio hayati saja. Kalau lumutnya masih dicampur dengan media lain baru dikasih fungisida.

Kalau daun baru Anthurium Magnificum malah mengecil dan warnanya agak terang, itu termasuk defisiensi pupuk?

Biasanya karena tidak dapat suhu yang stabil dan kelembaban yang konstan. Kalau humidity 50 – 60% saja bisanya daun akan mengecil. Pupuk untuk anthurium itu sebaiknya dalam dosis rendah saja.

Kutu putih sering muncul di dalam gulungan daun baru. Apa perlu dipotong saja dihilangkan daun barunya? Padahal sayang daun barunya.

Kalau belum banyak, boleh dilap saja. Apalagi kalau terjadi hanya di 1 pot, kecuali kalau terjadi misalnya di 100 pot, baru pakai pestisida.

Untuk hama kutu lebih baik semprot di metan atau di daun batangnya ya?

Sebaiknya disemprot ke batang, jadi langsung ke jaringan tubuh si OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) tersebut.

Cara steril andam bagaimana kak? Apakah dengan direbus juga?

Harus fermentasi.

Pestisida + perekat bisa didiamkan atau setelah dicampur harus langsung habis dipakai?

Harus sampai habis. Karena itu terpengaruh oleh pH air.

Saya punya tanaman bersemut dari media sampai tanaman daunnya. Tapi dicek akar dan lain-lainnya bagian dalam aman. Lalu saya pakai conan (tabur di atas media tanam), dan paginya muncul seperti jamur putih atau penampakannya seperti di media fermentasi kaliandra dan andam yang di slide tadi. Hal ini karena apa ya, dan bagaimana mengatasinya?

Kalau conan  saya belum pernah pakai. Tapi kalau jamur putih seperti di slide, harusnya jamur baik.

Beberapa tanaman saya pakai pupuk slow release per 3 bulan (osmocote). Apakah bisa tetap pakai insektisida / fungisida / serum hormon lainnya selama pupuk tersebut masih aktif di dalam metan?

Tidak masalah. Karena pupuk slow release akan berfungsi saat terkena siraman air. Jadi seharusnya tidak masalah.

Tadi dijelaskan bahwa pestisida + perekat umurnya hanya 1 – 2 jam. Kalau larutan Score apakah bisa disimpan lama?

Tidak bisa, hukumnya sama seperti yang pestisida yang lain.
pH air 6 – 7 umur larutan maksimal 12 jam.

Kalau penanganan sente yang kena spidermites, apakah perlu bongkar media tanam atau cukup semprot insektisida di daun yang ada bekas titiknya saja?

Spidermites itu tidak menyerang akar, tapi daunnya. Kalau sudah terkena, disemprot insektisida saja.

Maaf perekat ini apa ya? Belum pernah pakai. Apa itu penyebabnya kutu putihnya tidak hilang.

Perekat itu suatu bahan kimia yang membantu pestisida untuk membantu pestisida melekat lebih lama di jaringan tanaman. Pestisida wajib rotasi.

Bagaimana dengan pemberian pupuk kompos dari sampah dapur, apakah berpengaruh kepada datangnya hama?

Kalau mau kasih pupuk kompos dari sampah dapur, harus difermentasi dulu. Karena sebelum terurai sudah mengundang hama.

Jenis perekat yang direkomendasikan apa? Atau merk apapun bagus?

Merek apapun itu bagus.

Waktu kemarau kemarin kelembaban paling cuma 50%, kadang tidak sempat misting, tidak punya humidifier juga. Apakah ada cara lain yang lumayan efektif supaya kelembaban naik?

Siram tanaman sampai banjir. Kalau di apartemen ya solusinya pakai humidifier.

Setiap jenis pestisida berarti ada yang pemakaiannya “hanya” disemprot di daun dan ada yang boleh disiram ke media atau ditabur. Betulkah demikian ? Atau sebenarnya semua bisa disemprot pada daun atau dan tetap aman untuk media ? Karena kadang ada informasi yang tidak tertera mengenai ini.

70% pembuatan pestisida penggunaannya dilakukan ke daun. Kalau pencegahan dengan bio hayati, fermentasi dan nematisida.

Kalau airnya untuk dicampur pestisida, saya kasih air jeruk nipis atau lemon untuk menurunkan ph. Apakah bisa memperpanjang jangka waktu pakai pestisida?

Bisa, tapi harus yakin sekali, cek ph airnya turun atau tidak. Jangan hanya asumsi bahwa larutan bisa dipakai jangka panjang.  Harus cek lagi benar-benar turun atau hanya turun sebentar kemudian naik lagi.

Kalau penggunaan MOL buatan seperti larutan yang terbuat dari campuran air dan nasi basi atau kulit buah yang diendapkan itu apakah baik untuk tanaman?

Selama sudah difermentasi dengan baik, tidak masalah.

Calathea saya ada seperti “kutu” warna bening, lincah banget di metan. kalau saya buka metan sedikit mereka ngumpet ke dalam metan. Itu apa ya?

Sejenis aphid, kan aphid sejenis kutu-kutuan. Tapi dicek lagi media tanamnya apa. Bisa jadi juga itu rayap.

Worst case-nya kalau banyak semut hitam sampai bersarang dan bertelur di dalam pot apa? Apakah perlu dibasmi?

Ganti media tanamnya. Karena kemungkinan ada pupuk kandangnya. Pupuk kandang dan sekam mentah biasanya sumber semut. 

Furadan apakah salah satu dari yang dimaksud nematisida tadi?

Iya benar.

Apakah Furadan boleh dicampur air, kemudian disiram ke metan dan disemprot ke daun?

Kalau karbofuran, untuk penyemprotan bisa dicampur air tapi tidak cepat larut, Jadi tidak hanya ditabur di medan tapi dipendam dekat akar.

Pernah dengar bahwa klorosis daun disebabkan oleh virus, benar tidak ya? Apa ada saran penanggulangan nya? Barangkali ada rekomendasi merk dagang produk yang bisa mengatasi?

Benar adanya. Tapi sangat sayang, obat kimia yang untuk menghancurkan virus di dunia tanaman itu belum ada. Petani palawija biasanya menggunakan antibiotik. Kebetulan ada beberapa bahan yang saya tahu, seperti amoxilin itu bisa tapi saya tidak tahu dosis pastinya.

Nematisida yang ditabur di metan yang bagus contohnya apa ya?

Furadan, Marshall. Di indonesia hanya ada 2 itu. Sprayer sebaiknya dipisah antara pestisida dan pupuk. Kalau mau jadi satu juga boleh, tapi harus dicuci setelahnya karena yang bahaya itu residunya.

Wah banyak banget dan daging semua nih info dan tips dari kak Adri. Apakah Plant Parent punya tips lain? Atau ada cerita anak-anak hijau yang terserang hama? Boleh banget cerita di kolom komentar ya. Jangan lupa share ke social media kamu, tag dan mention @plantstorycom dan @thegreatweedwizards juga yaa. Have fun with your plants!

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles