Kiat Menanam Caladium

/
Kiat Menanam Caladium

Disadur dari @kebunnya_bro

Para pecinta sudah punya berapa jenis Caladium di rumah? Masih suka bingung atau kesulitan menemukan treatment yang tepat untuk si Caladium? Berikut adalah beberapa tips yang disadur dari instagram story @kebunnya_bro tentang perawatan Caladium. Silakan follow instagramnya juga ya!

Berikut tips lengkapnya:

1. Media Tanam

Syarat utama media tanam untuk Caladium adalah lembab dan beraerasi / poros. Jenis media tanam Caladium bisa bermacam-macam, mulai dari media tanam tunggal dan media tanam mix.

  1. Media tanam tunggal terdiri dari satu jenis media tanam, misalnya humus bambu, sekam mentah, pakis andam, dan lain-lain. Namun media tanam tunggal jarang digunakan oleh para petani Caladium.
  2. Berikutnya media tanam mix. Ini yang umum kita pakai untuk Caladium. Campurannya bebas, disesuaikan dengan kondisi lokasi dan kemudahan mendapatkan media  tanamnya. Media yang biasanya digunakan untuk mix antara lain:
    • Sekam mentah
    • Humus bambu
    • Pakis andam
    • Kompos daun
    • Kohe (pupuk kandang)
    • Tanah subur / tanah lembang, dan lain-lain
    • Peat Moss

Tips dari petani Caladium adalah gunakan media tanam yang sudah lapuk / difermentasi, karena lebih steril dan bernutrisi.

Media tanam mix yang dipakai oleh @kebunnya_bro adalah:

  1. Sekam mentah fermentasi – 50%
  2. Kompos serasah daun fermentasi + kompos cacing – 30%
  3. Pumice / perlite / pine barks (cacahan kulit pinus) – 20%

Bahan-bahan tersebut bisa dicari langsung di marketplace atau toko online lain yang menjual media tanam. 

Media tanam lain untuk Caladium adalah moss (lumut) yang terbagi menjadi 2 yaitu:

  1. Lumut hidup
    Untuk lumut hidup bisa didapatkan di marketplace atau di beberapa akun instagram. Cari model lumut yang untuk media tanam, bukan cover media. Kalau untuk lumut hidup bisa langsung dipakai untuk media tanam Caladium, namun jika kondisinya agak kering harus direndam dulu.
  2. Lumut kering (sphagnum moss)
    Untuk sphagnum moss, karena wujudnya kering, harus direndam dulu dengan air, kemudian diperas, lalu direndam lagi dengan campuran air + pupuk (NPK atau yang lainnya) + vitamin B1, peras lagi, baru siap digunakan. Sphagnum moss bisa dicari di marketplace juga.

Caladium atau Keladi juga bisa ditanam menggunakan hidroton dengan teknik semi hydro. Tipsnya untuk penggunaan media tanam hidroton akan cocok untuk Caladium yang berakar besar / tanaman dewasa. Kalau untuk jenis Caladium kecil seperti Keladi Liliput / Humboldtii tidak berhasil menggunakan hidroton.

Secara pribadi, @kebunnya_bro lebih banyak menggunakan media tanam mix lumut (hidup / kering) dan hidroton / pumice dengan teknik semi hydro.

Alasannya:

  1. Lumut yang bersifat mudah menyerap air dan menyimpan kelembaban akan lebih cepat memicu pertumbuhan akan baru Caladium. Sifatnya yang lembab juga cocok dengan syarat kondisi media tanam Caladium  yang harus konstan lembab.
  2. Hidroton akan memberikan ruang / rongga untuk aerasi / pertukaran oksigen yang dibutuhkan oleh akar Caladium. Selain itu, karena menggunakan semi hydro, nutrisi dari cadangan air di tataka pot akan diserap oleh hidroton untuk diberikan kepada akar di atasnya serta di saat bersamaan juga menyimpan nutrisi dan kelembaban.

2. Lokasi Penempatan Caladium

Caladium suka paparan cahaya matahari yang cukup. Menurut referensi sekitar 50-70% intensitas cahaya matahari, di pagi atau sore hari. Hindari panas terik siang hari karena daun bisa terbakar jika tidak tahan. Lebih bagus lagi kena sinar matahari langsung sekitar 2-3 jam di pagi atau sore hari.

Hindari lokasi teduh / shade seharian karena bisa mengakibatkan:

  1. Tangkai daun loyo / tidak tegak.
  2. Tangkai daun cenderung panjang.
  3. Warna dan motif daun tidak keluar / merona.
  4. Pertumbuhan terhambat.

Jadi peletakan Caladium untuk tanaman indoor menurut @kebunnya_bro tidak direkomendasikan, kecuali syarat cukup cahaya matahari dipenuhi.

3. Pot untuk Caladium

Untuk pilihan pot Caladium sebenarnya bebas, bisa pakai pot plastik atau terakota / tanah liat / semen. Namun @kebunnya_bro tidak menyarankan pot terakota karena sifat bahannya yang mudah menyerap kelembaban media tanam sehingga jadi lebih cepat kering. Kalau mau tetap pakai pot terakota, bisa dibantu dengan diberi tatakan pot yang berisi air. Tapi pilih tatakan airnya yang dari plastik, bukan tatakan pot terakota juga.

4. Perbanyak Keladi / Caladium dengan Mencacah Umbi

Memperbanyak Keladi / Caladium dengan mencacah umbi Caladium dan bisa diaplikasikan sekaligus beberapa cacahan di dalam satu pot supaya Keladi / Caladium tampak rimbun, caranya:

  1. Umbi size cukup besar, misalnya yang panjangnya sudah diatas 2-3 cm.
  2. Size potongan bisa kecil atau besar, prinsipnya seperti memotong sayuran saja.
  3. Kalau banyak mata tunas bisa dijadikan patokan untuk area potongnya, jadi bisa lebih cepat tumbuh tunas baru.
  4. Tidak ada mata tunas juga tidak apa-apa, potong saja pada area yang diinginkan.
  5. Usahakan ada satu sisi kulit lama di potongan umbinya.
  6. Cacahan umbi dijemur / diangin-anginkan sampai luka potongan kering.
  7. Boleh langsung ditanam ke media tanam tapi media tanam yang kering, baru besoknya disiram.
  8. Hati-hati dengan getah umbi karena sangat gatal bila terkena kulit. Pakai sarung tangan, jika gatal bisa gunakan tanah liat, diamkan, lalu cuci atau oleskan minyak sereh.

Demikian tips menanam Caladium dari @kebunnya_bro , selamat mencoba! Jangan lupa share dan mention instagram @plantstorycom dan @kebunnya_bro yaa 🙂

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles