Media Tanam dan Nutrisi Tanaman

Oleh PlantStory
/
Media Tanam dan Nutrisi Tanaman

Ini adalah catatan yang dibuat oleh kak Dita (@maharrani) ditambah dari kak Tika (@swastikanohara) pada acara L.O.F (@livingwithlof) Chit Chat Plants: Media Tanam 101 bersama Kak Sonia dengan penanya Titi Akmar (@travelmom.id) yang telah diselenggarakan pada 26 September 2020 via Instagram Live.

Seperti yang kita tahu bahwa media tanam adalah salah satu kunci dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Jadi seperti apa media tanam yang bagus untuk tanaman kita? Berikut adalah penjelasan dari kak Sonia (perwakilan L.O.F) dan juga ngobrol-ngobrol seru dengan kak Titiw.

Media tanam adalah apa yang kita gunakan untuk menumbuhkan tanaman. Tidak harus tanah, bisa air ataupun hidroponik. Media tanam itu penting karena tempat tanaman makan. Konsepnya adalah bagaimana tanaman itu makan dan makannya apa? Makanan tanaman yang utama adalah harus ada Makronutrien dan Mikronutrien. 

Media tanam yang bagus

  1. Media tanam yang bagus harus punya:
    • Makronutrien, yaitu NPK (Nitrogen, Phosphor, Kalium) ini yang paling penting untuk tanaman.
    • Mikronutrien, yaitu mineral (berupa magnesium, mangan, besi dan lain sebagainya), tapi kebutuhannya tidak sebanyak makronutrien.
  2. Step penyerapan nutrisi oleh tanaman
    Prosesnya yaitu mulai dari media tanam menyerap air yang punya kandungan NPK atau makronutrien, lalu baru akarnya, kemudian naik ke daun. Jadi media tanam itu harus mempunyai daya serap yang bagus. Tanah sebenarnya tanah mempunyai daya serap yang sangat bagus, tapi akar tanaman juga butuh bernapas. Jadi harus poros.
  3. Media tanam yang balance untuk tanaman indoor
    Untuk tanaman indoor sebaiknya memiliki media tanam yang balance yaitu punya daya serap yang bagus, tapi juga poros, karena tanaman indoor ditanam di dalam pot.

Media tanam yang digunakan oleh @livingwithlof

Media tanam yang digunakan oleh @livingwithlof menggunakan perbandingan masing-masing 1 bagian kecuali perlite, karena untuk perlite penggunaannya tergantung jenis tanaman. Media tanam yang digunakan antara lain:

1. Peat moss (gambut)

Mengapa memilih peat moss (gambut) dibandingkan tanah? Karena: 

  1. Peat moss ini memiliki daya serap tinggi.
  2. Memiliki Ph netral (7).
  3. Kalau Ph-nya terlalu tinggi atau terlalu rendah, makronutrien dan mikronutrien yang ada pada media tanam akan bereaksi dengan asam basa.
  4. Sebagai pengganti tanah.

2. Cocopeat (sabut kelapa yang dihancurkan)

  1. Memiliki daya serap yang tinggi juga, 
  2. Bisa dijadikan pengganti sekam mentah.
  3. Cocopeat dipakai untuk menghemat peat moss.

3. Sekam bakar (bio charcoal)

  1. Menambah poros media tanam.
  2. Sekam bakar merupakan tempat tumbuh mikroorganisme.
  3. Karena kita pakai pupuk kandang, jadi harus ada mikroorganisme sebagai ekosistem media tanam.

4. Pupuk kandang (kompos hewani untuk nutrisi) yang sudah diproses.

Untuk tanaman hias, lebih bagus menggunakan kotoran unggas karena nitrogennya lebih tinggi. Sedangkan kotoran sapi lebih bagus digunakan untuk sayuran. Dua-duanya bagus, tidak harus mencari kompos unggas untuk media tanam tanaman hias, tetap bisa juga menggunakan kompos hewani.

5. Perlite

Untuk penggunaan perlite, rasio penggunaannya berbeda di perbandingannya. Rasionya disesuaikan dengan masing-masing tiap jenis tanaman. Perlite juga digunakan sebagai pengganti sekam mentah karena poros. Untuk perbandingannya:

  1. Jenis Philodendron, Monstera, dan lainnya (yang memiliki akar besar) perbandingan komposisinya adalah 2:1 (2 untuk media tanam dan 1 untuk perlite). 
  2. Sedangkan untuk jenis Kaktus dan Sukulen, karena sukanya media tanam yang super poros, jadi perbandingannya adalah 1:1  yaitu 1 bagian media tanam dicampur dengan 1 bagian perlite.
  3. Lain lagi untuk jenis Calathea dan Begonia. Untuk kedua jenis tanaman ini bisa tanpa perlite. Kalau masih mau pakai perlite, boleh tapi sedikit saja.

6. Media tanam lainnya: 

  1. Andam adalah kompos alami. Buat kalian yang tidak menggunakan kompos hewani, bisa diganti dengan Andam. Jenis tanaman seperti Calathea, Begonia dan tanaman lain yang suka lembab akan bagus jika menggunakan Andam.
  2. Sekam mentah. Tapi karena kondisi sekam mentah ini belum busuk, cenderung mendatangkan jamur atau hama, jadi solusinya adalah harus difermentasi.
  3. Untuk jenis Anggrek karena akarnya perlu sekali bernapas, maka media tanam yang cocok adalah hanya menggunakan pakis cacah.

Sumber Nutrisi lain

1. Air cucian beras 

Air cucian beras bagus untuk tanaman karena memiliki kandungan vitamin B1 alami. Tapi konsentrasinya memang tidak setinggi vitamin B1 kimiawi. Vitamin B1 sendiri fungsinya adalah untuk  memicu pertumbuhan akar dan klorofil. 

2. Air micin. 

Karena didalamnya memiliki kandungan mineral dari MSG (sodium), itu jadi mikronutrien buat tanaman. Air micin ini bagus untuk tanaman yang mengalami malnutrisi.

3. Dekastar atau Osmocote 

  1. Dia itu slow release, jadi cukup aman untuk tanaman.
  2. Termasuk dalam jenis pupuk NPK yang bisa digunakan 3-4 bulan sekali. 
  3. Anjuran penggunaannya untuk tanaman dalam pot berdiameter +/- 10 cm adalah setengah sendok teh.

Selain media tanam, dalam IG Live @livingwithlof dan @travelmom.id juga seru-seruan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya dan langsung dilanjutkan dengan menjawab pertanyaan dari kolom komentar yaa..

Sebutkan nama tanaman yang keren!

Kak Titiw: Stephania suberosa
Kak Sonia: Dracaena cordyline fruticosa (Hanjuang)

Sebutkan 3 tanaman favorit kak Titiw dan kak Sonia!

Kak Titiw: Philodendron “marble”, Monstera deliciosa “borsigiana”, Anthurium “black beauty”.
Kak Sonia: Philodendron gloriosum, Peperomia, Sedum.

Sebutkan 3 tanaman yang paling rewel!

Kak Titiw: String of pearls, String of dolphins, Calathea.
Kak Sonia: String of pearls, Calathea, Sedum.

Sebutkan top 3 wishlist!

Kak Titiw: Philodendron verrucosum, Monstera dubia, Philodendron gloriosum.
Kak Sonia: saat ini hanya punya satu wishlist yaitu Philodendron “el choco red”.

Di media tanam sering tumbuh jamur (yang kelihatan dan bisa dilihat langsung), ini kenapa ya kak? Apa itu berpengaruh baik atau buruk untuk tanaman? 

Jamur yang tumbuh pada media tanam, bisa langsung dicabut saja. Hal ini biasanya disebabkan media tanam yang terlalu lembab. Solusinya adalah mengurangi penyiraman, diangin-anginkan, dan dijemur matahari pagi.

Masa bakti media tanam. Apakah sebuah tanaman harus diganti media tanam? 

Masa bakti media tanam itu tidak ada. Selama tanamannya sehat, tidak perlu ganti metan. Kalau tanamannya sudah besar, paling gati pot dan tambahkan media  tanam.

Saya pakai sekam bakar kok malah benyek ya? 

Coba cek dulu, pakai sekam bakar saja atau dicampur apa? Karena kalau sekam bakar biasanya kering. Bisa jadi karena over watering. 

Kenapa tanaman indoor harus poros, sedangkan kalau outdoor bisa di tanah?

Untuk tanaman outdoor (yang ditanam langsung ditanah), saat kita menyiram tanaman, airnya kan ke bawah terus, tidak dipendam lama jadi tidak beresiko over watering. Sedangkan kalau tanaman indoor (di pot), air akan mengisi rongga udara di media tanam. Jadi tanaman indoor harus lebih poros dibanding tanaman outdoor dan tidak perlu sering disiram. Yang penting tanaman bisa tetap bernafas.

Ampas kopi sebagai pupuk/media tanam? 

Bisa untuk aksesories dan dia mengandung makronutrien juga.

Bagaimana penggunaan NPK pupuk mutiara?

Penggunaan NPK mutiara tidak boleh langsung disebar ke tanaman, karena memiliki konsentrasi yang tinggi. Cara penggunaannya bisa dengan dilarutkan dengan air agar mengurangi kadar konsentrasinya yang tinggi.

Bagaimana perawatan Pilea?

Tidak boleh terlalu kering dan tidak boleh terlalu basar, dan sensitif terhadap air. Misalnya disiram pakai air tanah dan airnya kurang bagus, dia akan langsung bereaksi. Untuk media tanam mixnya pakai perbandingan 2:1

Pot tanaman dipakai batu panca warna, apakah berpengaruh ke kelembaban media tanamnya?

Agak berpengaruh tapi gak banyak. Kalau LOF lebih suka pakai pasir malang karena buat cover top media tanam. Juga bisa untuk melindungi media tanamnya. 

Media tanam untuk pot terakota, apakah perlu media tanam yang lebih lembab?

Tidak perlu. Media tanamnya sama saja, hanya adjustment di frekuensi menyiram. Tapi memang prefer ke pot plastik. Penggunaan pot plastik memiliki beberapa kelebihan diantaranya:
1. Lebih enak dibanding pot terakota dalam hal ringan.
2. Lebih lama menyimpan kelembaban. 
3. Jika menggunakan media tanam yang sama (antara pot plastik dan pot terakota), tanaman yang menggunakan pot plastik tidak perlu sering disiram.

3 hal apa saja yang diperlukan untuk bertanam? 

1. Hygrometer untuk mengukur kelembaban. Angka yang bagus adalah tingkat kelembaban 50-60%. Kalau terlalu kering, bisa ditambah dengan misting.
2. Gunting tanaman untuk pruning (memotong daun yang menguning). 
3. Sumpit kayu atau tusuk sate, yang bisa digunakan untuk mengecek kelembaban media tanam dalam pot. Caranya dengan menusukkan sumpit kayu atau tusuk sate tersebut pada media tanam. Hasilnya bisa dilihat apakah masih ada media tanam yang menempel pada sumpit kayu atau tusuk sate yang dimasukkan ke media tanam tadi atau tidak ada media tanam yang  menempel lagi. 

Jadi media tanam mana nih yang cocok sama anak-anak hijau kamu di rumah? Boleh share dong di kolom komentar pengalaman pakai media tanam apa saja yang pernah kalian pakai di rumah 🙂 Jangan lupa juga share di social media kamu dan tag atau mention @plantstorycom dan tentunya @livingwithlof @travelmom.id dan juga @maharrani yaa..

One thought on “Media Tanam dan Nutrisi Tanaman

  1. Saya mohon agar bisa memberi saran media tanam apa saja untuk tanaman Alocasia dan bagaimana kompisinya yg tepat…

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles