Pembuatan dan Pemanfaatan Eco Enzyme

Oleh PlantStory
/
Pembuatan dan Pemanfaatan Eco Enzyme

Ini adalah catatan dari acara “Sosialisasi Pemanfaatan Eco Enzyme” yang diadakan oleh Dana Mitra Lingkungan bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada hari Kamis, 7 Januari 2021 via Zoom.

Acara ini dibuka oleh:

  1. Dr. Ir. Novrizal Tahar, IPM – Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 
    (yang diwakilkan Ujang Solihin Sidik, S.Si, M.Sc)
  2. Ellen Theresia Setiadinata – District Governor 307 B1 2020-2021, Lion Club Organization

Dengan narasumber Bapak Jokoryanto yang merupakan Relawan Eco Enzyme Nusantara dan juga dimoderatori oleh Ibu Lisani yang merupakan Relawan Eco Enzyme Nusantara juga.

Apakah sudah ada yang familiar apa itu Eco Enzyme? Atau malah ada yang sudah mempraktekkan Eco Enzyme di rumah masing-masing? Mungkin juga ada yang belum familiar apa itu Eco Enzyme ya. Nah sambutan pertama berikut ini dari Bapak Ujang Solihin yang merupakan perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan adalah memberikan gambaran singkat tentang benefit Eco Enzyme yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Apa saja benefitnya? Kita simak langsung sambutan beliau.

Sambutan dari Bapak Ujang Solihin Sidik, S.Si, M.Sc

Eco Enzyme ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah tentang pengelolaan sampah. Selama ini kita “terjebak”, bahwa pengelolaan sampah itu menunggu ada sampah. Inilah yang selalu terjadi, karena kita hanya fokus dalam penanganan saja. Yang sering dilupakan adalah bagaimana mengurangi sampah. Dalam kontek pengurangan inilah peran Eco enzyme muncul, karena cirinya sudah sangat jelas, yaitu dilakukan di sumber-sumber sampah itu berasal. 

Tantangan untuk mensosialisasikan Eco Enzyme:

  1. Mengajak masyarakat tidak mudah. Tidak mudah untuk mengajak masyarakat untuk membuat bank sampah, eco enzyme dan pengurangan sampah.
  2. Membuat gerakan masif, butuh extra effort dari agent-agent yang membantu memberikan pemahaman ke masyarakat.
  3. Butuh orang nekat atau yang bisa kita sebut agent of changes, untuk meningkatkan  kesadaran masyarakat tentang Eco Enzyme.
  4. Publik utuh keuntungan langsung, tanpa ada benefit langsung, masyarakat sulit menerima.
  5. Memberikan pemahaman publik tentang manfaat Eco Enzyme.

Benefit Eco Enzyme yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat:

  1. Eco Enzyme merupakan program prioritas untuk pengurangan sampah. Salah satunya yang sudah biasa dilakukan adalah composting, biogas, dan pengolahan sampah organik. Eco Enzyme ini bisa jadi solusi nyata untuk pengurangan sampah. Karena sampah merupakan tanggung jawab setiap orang sebagai produsen sampah. Sampahku adalah tanggung jawabku.
  2. Eco Enzyme adalah praktek nyata sebuah ekonomi. Dengan mengolah kembali sampah organik menjadi produk baru, jadi perbaikan nutrien dan juga benefit ekonomi.
  3. Eco Enzyme dilakukan di sumber-sumber sampah kita, di mana 60% sampah rumah tangga adalah sampah organik, kalau kita melakukan eco enzyme, maka kita sudah menyelesaikan 60% masalah sampah dari sumbernya.
  4. Tidak sulit dilakukan.
  5. Dampak pencemarannya sangat minimal, bisa dibilang 0%.
  6. Biaya investasi dan operasionalnya murah, tidak butuh alat yang canggih.
  7. Memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
  8. Bisa menegakkan benefit ekonomi.
  9. Membatasi produk kimia yang berbahaya dalam kehidupan sehari-hari.
  10. Tidak membutuhkan lagi produk-produk pembersih yang pasti memiliki kemasan karena sudah digantikan oleh Eco Enzyme.

Nah, sudah ada sedikit gambaran tentang Eco Enzyme ya. Tapi masih penasaran, sebenarnya Eco Enzyme itu seperti apa dan bagaimana cara pembuatannya? Yuk mari kita simak langsung penjelasan dari narasumber Bapak Jokoriyanto, yang merupakan Relawan dari Eco Enzyme Nusantara.

Jokoryanto – Relawan Eco Enzyme Nusantara

Sebenarnya, siapa penemu pertama Eco Enzyme ini? Eco Enzyme dikembangkan oleh dua Doktor yaitu:

  1. Dr. Rosukon Poompanvong, pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand, yang melakukan penelitian selama 30 tahun. 
  2. Kemudian diperkenalkan secara lebih luas oleh Dr. Joean Oon, seorang peneliti Naturopathy dari Penang, Malaysia.

Kedua Doktor ini mengajarkan ilmu Eco Enzyme secara cuma-cuma alias gratis. Jadi kami (dari Eco Enzyme Nusantara) tidak menganjurkan untuk menjual Eco Enzyme. Kalau semua orang bisa membuat, itu akan sangat baik untuk bumi kita. 

Berikut ini adalah beberapa Keajaiban Eco Enzyme:

  1. Proses produksi Eco Enzyme menghasilkan gas O3 (ozon) yang dapat mengurangi CO2 di atmosfer dan logam-logam berat di awan yang memerangkap panas (mengurangi pemanasan global), yang sebanding dengan menanam 10 pohon.
  2. 1 liter Eco Enzyme dapat memurnikan 1.000 liter air sungai yang terkontaminasi.
  3. Menyuburkan tanah, menghilangkan bahan-bahan kimia di tanah.
  4. Meningkatkan kualitas udara.
  5. Dapat disimpan hingga bertahun-tahun (tidak ada expired-nya).
  6. Dapat digunakan untuk mengusir serangga dan hewan pengerat seperti: Kecoa, Lalat, Nyamuk dan Tikus.

Selain itu, Eco Enzyme juga dapat digunakan untuk perawatan tubuh dan juga membantu proses penyembuhan luka pada tubuh. Pemanfaatan Eco Enzyme untuk perawatan tubuh bisa digunakan untuk:

  1. Sakit eksim pada kulit.
  2. Infeksi kulit dan alergi pada bayi.
  3. Mencegah gatal dan bengkak kulit akibat gigitan nyamuk.
  4. Terapi penyakit diabetes. Beberapa pengguna Eco Enzyme menyatakan luka karena penyakit diabetes berangsur membaik setelah penggunaan Eco Enzyme.
  5. Bisa dijadikan P3K. Seperti misalnya untuk luka tergores atau luka karena terkena air panas

Selain digunakan untuk perawatan tubuh, Eco Enzyme juga bisa digunakan sebagai cairan pembersih yang digunakan setiap hari di rumah. Tanpa kita sadari, cairan pembersih di rumah tangga seperti deterjen, sabun pencuci piring, sabun mandi, sampo dan cairan pembersih lantai, sudah mencemari sungai dan lautan.

Jadi dengan menggunakan Eco Enzyme, selain mengurangi pencemaran dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan Eco Enzyme juga lebih murah dan hasilnya lebih bagus. Bahkan untuk yang memiliki hewan peliharaan, Eco Enzyme ini sangat ampuh untuk menghilangkan bau tak sedap, bahkan bau selokan bahkan bau mulut.

Berikut adalah beberapa manfaat Eco Enzyme sebagai cairan pembersih dalam rumah tangga:

  1. Sebagai cairan pembersih lantai yang dapat membasmi kuman, minyak, serangga dan tikus.
  2. Sebagai sampo, dapat mencegah kerontokan, ketombe dan juga gatal-gatal pada kulit kepala.
  3. Bahkan Eco Enzyme juga bisa digunakan untuk sabun mandi, sabun cuci tangan, dan sabun cuci muka yang anti alergi dan anti gatal-gatal.
  4. Penggunaan Eco Enzyme di rumah tangga juga bisa digunakan untuk:
    1. Mencuci piring.
    2. Mencuci pakaian.
    3. Membasmi minyak di dapur.
    4. Mencuci toilet.
  5. Eco Enzyme mengandung asam cuka dan bakteri baik yang sanggup menguras dan membasmi bakteri berbahaya bagi tubuh, sehingga mendorong pertumbuhan bakteri baik.
  6. Eco Enzyme bisa juga digunakan untuk menyegarkan mulut dan mencegah pendarahan gusi dan sariawan. Cara penggunaannya dengan digunakan untuk gosok gigi dengan air ataupun untuk berkumur dengan Eco Enzyme yang bisa mengeluarkan dahak kotor. Selain itu, penggunaan Eco Enzyme secara rutin juga bisa mengurangi dan membersihkan karang gigi.

Berikut adalah beberapa tips merawat kesehatan menggunakan Eco Enzyme dengan cara sederhana dan praktis. Caranya: Larutkan 30ml Eco Enzyme ke dalam air dengan suhu 38-40℃ kemudian rendamlah kaki selama 20 menit. Manfaat yang didapatkan diantaranya:

  1. Memperlancar peredaran darah.
  2. Memberi rangsangan terhadap titik saraf dan titik refleksi pada telapak kaki.
  3. Membantu proses penyembuhan penyakit.
  4. Meningkatkan kualitas tidur dan menghilangkan insomnia.

Satu tips dalam pembuatan Eco Enzyme, jika pada saat proses pembuatan Eco Enzyme muncul jamur seperti gambar di bawah ini, ini adalah jamur yang bagus untuk digunakan masker kecantikan.

Bahan-bahan Eco Enzyme

Rumus utama dalam pembuatan Eco Enzyme adalah 1:3:10. Apa itu 1:3:10? Itu adalah perbandingan bahan yang digunakan untuk pembuatan Eco Enzyme. Bahannya apa saja?

  1. Sampah organik mentah. Sampah organik yang sudah diolah seperti sisa makanan atau minyak, tidak bisa diproses untuk Eco Enzyme.
  2. Gula/molasses. Gunakan gurah aren/merah, gula tebu, gula lontar, gula kelapa atau tetes tebu. Tidak dianjurkan menggunakan gula pasir.
  3. Air jernih. Bisa menggunakan air sumur, air hujan, air PAM, air buangan AC atau yang lainnya.
  4. Wadah bertutup seperti toples atau gentong. Beberapa wadah yang dianjurkan adalah:
    1. Wadah berbahan plastik karena wadah plastik bisa memuai sehingga saat terjadi fermentasi dan menghasilkan gas, wadahnya tidak mudah pecah.
    2. Dianjurkan menggunakan wadah tutup dengan corong lebar agar tidak repot buka tutup untuk mengeluarkan gas fermentasi.
    3. Tidak dianjurkan menggunakan wadah toples kaca, karena fermentasi di bulan pertama fermentasi menghasilkan gas dan rentan pecah.
    4. Tidak dianjurkan menggunakan wadah logam, karena hasil akhir fermentasi 3 bulan PH-nya dibawah 4 (asam), bisa membuat wadah berkarat.

Perbandingan 1:3:10 terdiri dari 1 bagian gula/molasses, 3 bagian sampah dan 10 bagian air jernih yang kemudian dicampur jadi satu dan ditempatkan di wadah tertutup.

Cara pembuatan Eco Enzyme

Setelah semua bahan tercampur dengan rata, berikut step selanjutnya yang harus dilakukan. Caranya:

  1. Tutup wadah dengan rapat.
  2. Tulis tanggal pembuatan dan bahan serta takaran bahan yang digunakan,
  3. Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung dan tidak lembab.
  4. Jauhkan dari tong sampah, WC, Wifi, colokan listrik, atau tempat pembakaran sampah.

Bagaimana jika sampah rumah tangga kita setiap harinya tidak cukup banyak untuk langsung dilakukan satu proses Eco Enzyme? Salah satu naiknya Eco Enzyme adalah sampah yang akan digunakan untuk Eco Enzyme bisa dicicil. Caranya:

  1. Siapkan wadah berisi air dan gula sesuai takaran.
  2. Masukkan bahan sisa buah atau sayuran sedikit demi sedikit sesuai ketersediaan.
  3. Catat berat bahan setiap kali kita menambahkan bahan.
  4. Ketika bahan telah memenuhi takaran, catat tanggal tersebut sebagai tanggal pembuatan Eco Enzyme.
  5. Tunggu selama 90 hari untuk panen Eco Enzyme.

Panen Eco Enzyme

Setelah 90 hari, Eco Enzyme siap untuk dipanen dengan cara disaring dan disimpan di wadah tertutup. Larutan Eco Enzyme tidak memiliki tanggal kadaluarsa. Kenapa harus 90 hari? Karena zat yang dihasilkan selama fermentasi Eco Enzyme adalah:

  1. Bulan ke 1: alkohol
  2. Bulan ke 2: Asam asetat
  3. Bulan ke 3: enzyme

Pengemasan Eco Enzyme

Hasil panen Eco Enzyme bisa dikemas di botol kaca atau plastik bertutup rapat. Disarankan Eco Enzyme dikemas menggunakan botol-botol bekas, toples bekas, jerigen bekas, agar terbiasa memanfaatkan barang daur ulang supaya tidak menciptakan sampah baru.

Standar baik Eco Enzyme memenuhi persyaratan:

  1. PH dibawah 4.0
  2. Aroma asam segar khas fermentasi

Selain itu, ampas dari Eco Enzyme yang sudah dipanen juga bisa dimanfaatkan yaitu untuk:

  1. Bahan fermentasi Eco Enzyme yang baru (sebagian kecil saja), untuk bisa mempercepat proses fermentasi Eco Enzyme yang baru.
  2. Membersihkan saluran kloset dengan cara diblender halus kemudian dituang ke kloset pada malam hari.
  3. Mengusir tikus dengan cara dikeringkan dan ditaruh di tempat di mana tikus suka berada.
  4. Mengharumkan mobil. Caranya adalah dengan dikeringkan dan dimasukkan ke dalam tas kain kecil.
  5. Sebagai pupuk tanaman organik.

Q&A

Apa yg dimaksud Mama Enzyme? Apakah yang berupa gel atau jelly dalam Eco Enzyme?

Mama enzyme tidak mesti didapat ketika pembuatan Eco Enzyme, maksudnya tidak semua Eco Enzyme akan mendapatkan Mama Enzyme tersebut.

Bagaimana perkembangan sejauh ini prospek pemanfaatan Eco Enzyme skala masyarakat khususnya untuk petani di Indonesia mengingat bahwasannya pengembangan Eco Enzyme dapat membawa kelebihan tersendiri untuk mendorong pemanfaatan sampah dapur guna meningkatkan kualitas pertanian yang berkelanjutan. 

Saat  ini sudah banyak teman-teman penggiat Eco Enzyme yang mengaplikasikan ke pertanian.

Bagaimana peran pemerintah sendiri atau instansi lainnya terkait untuk mendorong masyarakat agar mengerti adanya program Eco Enzyme ini?

Mungkin bisa dimulai dari rumah kita dan kemudian ke lingkungan kita, selanjutnya akan kita kembangkan lagi ke masyarakat yang lebih luas.

Eco Enzyme ini diterapkan masih skala rumahan atau sudah diterapkan di TPA juga ya?

Mulai dari diri kita sendiri kemudian lingkungan sekitar dan akan semakin menyebar luas ke masyarakat, butuh kerjasama kita semuanya.

Bagaimana cara mengajak orang yang berada dilingkungan kita (keluarga) agar muncul kepedulian terhadap lingkungan dan bertanggung jawab terhadap sampahnya?

Ayo kita mulai dari kita sendiri dan keluarga kita dulu pak, baru kita mulai perkenalkan ke lingkungan yg lebih luas lagi.

Berapa persen sampah organik yg bisa diproses menjadi Eco Enzyme?

Rumusnya 10 bagian air : 1 bagian gula (semua gula kecuali gula pasir) : 3 bagian bahan organik.

Bahan untuk membuat Eco Enzyme apakah hanya bahan organik yang fresh? Sedangkan bahan bahan yang sudah basi tetap di buang?

Semua kulit buah/sayur layu boleh asal tidak busuk dan ada ulatnya.

Bagaimana proses Eco Enzyme? Apa parameter yang terukur untuk Eco Enzyme tersebut?

Eco Enzyme difermentasi selama 90 hari, dengan rumus dasar 10:3:1 jika aroma asam fermentasi berarti berhasil.

Apakah untuk pengembanganEco Enzyme diperlukan material tertentu sebagai starter?

Bahannya 10 bagian air : 1 bagian gula (semua gula kecuali gula pasir) : 3 bagian bahan organik, tidak ada material lain lagi.

Bagaimana penerapan Eco Enzym di sekolah kami karena tidak ada sampah rumah tangga?

Bisa dengan membuat program Eco Enzyme di sekolah dengan cara mensosialisasikan ke murid-muridnya untuk membuat di rumah masing-masing.

Bakteri apa saja yang bekerja sehingga Eco Enzyme sangat bermanfaat yang luar biasa?

Bakteri yang ada adalah bakteri baik dan banyak tidaknya tergantung bahan organik yg digunakan.

Berarti produk Eco Enzyme bisa dikonsumsi, Apakah sudah ada uji dari BPOM misalnya?

Eco Enzyme tidak bisa dikonsumsi.

Eco Enzyme mempunyai pH asam, apakah tidak bersifat merusak gigi jika digunakan untuk pengganti pasta gigi? Bagaimana untuk mesin cuci yang tabungnya dari Metal, apakah juga tidak merusak tabung?Bagaimana aplikasi untuk mengusir kecoa dan tikus? Dan apakah bahan organik untuk Eco Enzyme yang untuk pengobatan berbeda dengan bahan organik untuk keperluan lainnya?

Eco Enzyme tidak digunakan secara langsung, tetapi dicairkan ada tabel penggunaannya masing-masing dan berbeda-beda takarannya.

Bagaimana proses ijin edar dari Badan POM nya. Apakah sudah dapat persetujuan dari BPOM?

Eco Enzyme tidak untuk dikonsumsi dan tidak diperjualbelikan.

Bagaimana mengatasi penyakit dalam seperti jantung bengkak dan penyakit dalam lainnya?

Eco Enzyme bisa untuk detoks dengan cara rendam kaki: 2-3 tutup botol ke 1 ember air hangat, dan ubah pola makan menjadi pola nabati.

Kalau untuk yang terkena diabetes kakinya dan ada luka, bagaimana untuk pengobatannya?  Apakah dikompres dengan Eco Enzyme murni?

Masing-masing kasus berbeda, butuh konsultasi lebih lanjut, silahkan bergabung di WAg untuk info lebih lanjut.

Eco Enzyme yang dipakai untuk pengobatan, bisa dari bermacam-macam sampah sayur/buah? Bagaimana supaya larutannya steril (tidak menimbulkan infeksi)?

Eco Enzyme bahkan bisa mensterilkan, karena saat sudah menjadi enzyme dan baik untuk luka.

Apakah Eco Enzyme yang digunakan untuk pupuk, untuk obat, untuk sabun dan untuk mengusir kecoa dan nyamuk itu  terbuat dari bahan yang sama? Atau perlu dikelompokkan sesuai tujuannya?

Sama. Semakin banyak jenis bahan makin baik.

Jamur putih yang ada di lapisan atas Eco Enzyme (usia 1 bulan) itu jamur apa? Apakah ada manfaatnya?

Bila jamurnya putih bersih bisa jadi itu jamur pitera.

Proses sempurna menjadi Eco Enzyme berapa lama waktunya dan apa ciri-ciri bahwa Eco Enzyme sudah jadi dapat digunakan?

Proses fermentasi selama 90 hari, PH di bawah 4, aroma wangi asam.

Apakah bisa menggunakan ragi untuk mempercepat proses fermentasi? Kalau bisa apakah manfaatnya masih sama?

Tidak bisa menggunakan ragi. Rumus dasar Eco Enzyme 10 bagian air: 1 bagian gula: 3 bagian bahan organik kemudian difermentasi selama 90 hari.

Apakah dalam pembuatan Eco Enzyme dapat terjadi kegagalan? Dan untuk Eco Enzyme yang telah jadi dapat bertahan berapa lama?

Bisa jika tidak sesuai prosedur, wadah juga harus kedap, Eco Enzyme yg sudah panen tidak ada masa kadaluarsa.

Katanya Eco Enzyme yang baik adalah pHnya kurang dari 4, rendah sekali, untuk pengobatan kulit ampuh juga. Apakah mungkin perlu dijelaskan secara logikanya bagaimana?

Eco Enzyme mengandung Mikroba baik, sudah banyak yang membuktikan.

Bahan-bahan organik yang digunakan sebagai pembuatan produk Eco Enzyme yang dimiliki oleh setiap masyarakat (rumah) bisa jadi berbeda beda, yang berarti kandungan dalam proses pembuatannya pun berbeda beda. Seperti yang kita ketahui secara awam, produk Eco Enzyme memiliki banyak manfaat, yang peruntukannya disesuaikan volume konsentrasi penggunaannya sesuai dengan anjuran yang ada, sesuai dengan keperluan. Pertanyaannya,  apakah sama konsentrasi dari  setiap produk Eco Enzyme yang dibuat dengan bahan organik yang berbeda?

Sama, asalkan kita membuat dengan rumus dasarnya 10:3:1 yang difermentasi selama 90 hari.

Eco Enzyme untuk obat, sudah dapat ijin BPOM kah?

Eco Enzyme bukan untuk obat, tapi Eco Enzyme bisa membantu percepat proses penyembuhan luka.

Bahan organik Eco Enzyme apa saja yg aman untuk kumur, gosok gigi dan lain-lain?

Semua bahan organik dari buah dan sayur bisa, makin banyak jenis makin baik.

Kalau Eco Enzyme dapat digunakan sebagai pengganti pasta gigi, bagaimana bisa meyakinkan masyarakat bahwa kandungan mikroorganisme yang terkandung dalam larutan Eco Enzyme aman untuk kesehatan? Apakah jenis bahan baku/sampah organik juga menghasilkan kandungan Eco Enzyme yang dihasilkan?

Caranya dengan praktek sendiri dna buktikan dulu manfaatnya. Semua sisa buangan organik bisa dimanfaatkan untuk membuat Eco Enzyme.

Apakah ada efek samping dalam menggunakan Eco Enzyme baik dalam dunia pertanian, untuk kegiatan sehari-hari (seperti campuran untuk mandi dan untuk kumur)? apakah ada dosis maksimal dalam penggunaan dan pengaplikasiannya?

Efek samping kita lingkungan semakin bersih dan sehat, mengurangi bahan kimia di rumah tangga.

Apakah termasuk sisa nasi, sisa sayur bisa di buat Eco Enzyme?

Semua sisa sayur dan buah bisa, kecuali bekas dimasak seperti nasi tidak bisa.

Perbedaan Eco Enzyme untuk obat dengan untuk pertanian?

Takaran pemakaian saja.

Saya sudah mencoba membuat Eco Enzyme namun baunya tidak sedap, hanya digunakan untuk pembersih, apakah ada standar Eco Enzyme yg kita buat itu berhasil?

Jika pembuatan sesuai prosedur maka dipastikan berhasil, aromanya wangi fermentasi.

Apakah perlu pengadukan di awal pembuatan Eco Enzyme?

Perlu di awal pembuatan supaya rata bahan organiknya.

Apakah kualitas gula tebu molasses mempengaruhi hasil Eco Enzyme?

Selama gula alami maka bisa di pakai untuk membuat Eco Enzyme.

Mengapa tidak boleh menggunakan gula pasir?

Pembuatan gula pasir telah melalui proses kimiawi (pemutih) jadi sudah tidak alami.

Wah banyak sekali manfaat Eco Enzyme dan ternyata proses pembuatannya mudah sekali loh. Siapa yang jadi tertarik mencoba membuat Eco Enzyme di rumah nih? Share di kolom komentar ya. Jangan lupa follow terus @plantstorycom dan juga @danamitralingkungan @ecoenzymenusantara ya 🙂

Rekaman acaranya juga bisa dilihat langsung di sini.

PS: kalau kamu hendak punya acara, atau mengetahui acara yang berkaitan dengan tanaman dan lingkungan hidup, boleh banget lho informasikan ke PlantStory agar kami bisa menjadi media partner acara tersebut. Silakan email ke hello@plantstory.com yaa. Thanks!

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles