Plant Story from Plant Parent : Titi Akmar

Oleh PlantStory
/
Plant Story from Plant Parent : Titi Akmar

Ini adalah catatan Instagram Live @theasiaparent_id bersama Narasumber Titi Akmar (@travelmom.id) dan pewawancara Adisty Titania (@adisty_titania) dari The Asia Parent Indonesia, pada 22 Oktober 2020 dengan tema “Me-time Bunda: Secuil Kebahagiaan Mengurus Anak Hijau”.

Titi Akmar saat ini ibu yang bekerja di salah satu media tapi sekarang masih WFH, ada anak-anak yang masih sekolah online, dan juga masih punya anak yang usia 2 tahun. Berikut adalah catatan ngobrol seru tentang Me-time dengan merawat anak-anak hijau:

Titiw kan masih bekerja dan mengurus 2 anak yang sedang lincah-lincahnya, apakah masih punya waktu buat berkebun?

Jadi anak saya masih usia 4 dan 2 tahun, kalau untuk berkebun ini bukan sempat tidak sempat, tapi lebih menyempatkan diri. Jadi sejak berkebun ini saya jadi bangun lebih pagi. Terus kalau sudah selesai jam kantor juga siram-siram tanaman.

Dan sebenarnya saya terbantu juga dengan support sistem di rumah seperti suami yang mau mendampingi anak sekolah online kalau saya sedang sibuk. Atau misalnya kalau siang ada jam makan siang 1 jam, saya bela-belain makan 10 menit setelah itu lihat anak-anak hijau. Jadi tidak lama-lama lagi mandi atau makannya.

Kalau Titiw sendiri mulai berkebun itu sejak pandemi atau sudah mulai dari sebelum pandemi?

Jadi saya mulai berkebun sekitar 1 tahun lalu, inget banget waktu itu sekitar bulan Juli atau Agustus 2019 saya mulai menanam sayur-sayuran kak Adis. Kenapa saya mulai menanam sayur mayur, karena saat itu saya mengompos, dan saat mengompos itu tidak niat bertanam, tapi ada tanaman-tanaman yang tumbuh dari pot kompos itu. Dari situ saya mulai bertanam sayur mayur mulai dari kangkung, sawi, bayam, hidroponik.

Kalau tanaman hias awalnya di rumah paling ada 5 – 6 pot di halaman. Nah kalau saat pandemi, sebenarnya malah sebelum pandemi sekitar bulan Februari itu saya sedang iseng buka ecommerce, pengen jajan tanaman ahh. Jadi beli banyak, dan tidak lama mulai pandemi, jadinya terurus deh anak-anak hijau itu.

Jadi ketika sudah mulai mengurus anak-anak hijau itu jadi merasa bisa juga kok. Kalau ada istilah tangan panas dan tangan dingin saat merawat tanaman itu menurut saya tidak ada. Yang ada adalah mau atau tidak untuk merawatnya. Karena kalaupun ada orang yang jago sekalipun dalam merawat, mereka pasti ada juga tanamannya yang mati. Dan ya that’s life, karena tanaman di hutan juga kadang ada yang mati.

Kalau untuk yang pemula, hal yang perlu diperhatikan apa saja? Atau ada jenis tanaman yang paling gampang dan direkomendasikan?

1. Komitmen
Kalian bisa komitmen atau tidak? Misalnya, saya komitmen bisa menyiramnya setiap hari, bisa melihat dan ngecek anak-anak hijau setiap hari karena saya buka bisnis di rumah, jadi punya banyak waktu. Nah itu pilihan tanamannya banyak. Tapi kalau misalnya komitmen Saya cuma bisa nyiram seminggu sekali karena masih kerja di Kantor, bisa pilih jenis kaktus, lidah mertua, atau tanaman-tanaman yang tidak terlalu minta perhatian banyak.

2. Posisi rumah
Jadi rumah menghadap ke mana? Karena tanaman butuh sinar matahari. Jadi sebenarnya posisi rumah saya itu menghadap barat, jadi terkena mataharinya terik. Jadi ntidakalinnya saya memposisikan tanaman-tanaman yang kuat seperti Monstera King untuk melindungi tanaman-tanaman yang butuh adem dan teduh seperti begonia. 

3. Budget. 
Kalau menurut saya untuk pemula, tidak usahlah langsung beli tanaman yang harganya berjuta-juta. karena ada alasannya kenapa tanaman itu mahal. Misalnya karena tanaman itu sulit dikembangbiakkan atau sulit dipelihara. Buat pemula yang maunya happy-happy saja dan tanaman yang tidak mudah mati, bisa mulai coba dengan Lidah Mertua, Sirih Gading, Lily Paris, Philodendron juga not bad. Tapi untuk Philodendron yang menurut saya anti mati ada yang namanya Philodendron Burle Marx atau sering disebut Philodendron Brekele.

4. Kadang banyak pertanyaan, kak kalau menyiram tanaman ini sebaiknya berapa hari sekali? 
Itu saya sulit menjawabnya, karena saya tidak tahu kondisi di rumahnya seperti apa atau dia pakai pot apa. Karena kalau pot plastik itu lebih menyimpan kelembaban dibanding pot terakota / gerabah.  Misalnya saya pakai pot terakota, di tempat panas terus tanamannya Philodendron, itu paling seminggu 2x saya siram rembes, yaitu siram yang airnya sampai tumpah di bawah pot  ya.  Tapi kalau Philodendron, di teras atidak hangat, dan pakai pot plastik, mungkin saya menyiramnya 5 hari sekali. Jadi untuk tanaman itu masih lebih baik under watering daripada over watering. Karena kalau under watering itu kita masih bisa selamatkan, tapi kalau over watering itu akar akan busuk dan sudahlah bye, tanamannya mati.

Buat yang pemula banget, maksudnya under watering itu apa? Bisa dijelaskan sedikit?

Under watering adalah menyiramnya terlalu sedikit. Tanda-tanya biasanya daunnya layu dan lemes, itu under watering. Kalau over watering kebanyakan air, ciri-cirinya adalah daunnya menguning dan lama-lama busuk.

Kalau sudah gejala daun menguning atau layu itu bagaimana? Apalah hopeless saja? Atau ada usaha buat menyembuhkan?

Ada, karena bagaimanapun tanaman adalah makhluk hidup, jadi harus ikhtiar untuk menyelamatkan dia. Caranya;
1. Kalau ada daun yang menguning 1 – 2 daun tapi yang lain masih bagus, potong saja daun-daun yang kuning, supaya nutrisinya bisa maksimal ke daun yang masih sehat. Karena kalau dipertahankan, anti nutrisinya malah dipakai untuk menyembuhkan di daun kuning tadi. Tapi kalau daun kuningnya kita potong, nutrisinya bisa untuk menumbuhkan daun-daun baru.

2. Kalau sudah terlanjur busuk banget, kita bongkar saja media tanamnya dan kita lihat apakah masih ada akarnya atau tidak? Kalau masih ada itu masih ada harapan, itu bisa kita propagasi. Misalnya pakai air, kita celupin air dan kita ganti airnya seminggu 3x, nanti kalau sudah tumbuh akar-akar baru dan kalau akarnya sudah mulai banyak, baru ditanam lagi.

Saya pernah pelihara ketapang biola kok daunnya rontok, padahal kena sinar matahari, itu kenapa?

Ketapang biola ini adalah salah satu tanaman yang image-nya adalah tanaman indoor, karena kalau kita lihat majalah / website decor, itu ketapang biola hits banget. Ya tidak apa-apa di indoor, tapi harus di tempat yang banyak terkena sinar matahari, karena ini termasuk tanaman yang full sun. Kalau saya minimal seminggu 3x dikeluarin dan diangin-anginkan. Karena tanaman tidak hanya perlu air dan matahari, tapi juga angin.

Ini ada pertanyaan lagi, sekarang lagi hits serum tanaman, kapan kita harus pakai serum tanaman?

Serum ini semacam vitamin tanaman. Tanaman itu membutuhkan pupuk, jadi kalau saya lihat ada tanaman-tanaman yang begitu dipakai serum langsung tumbuh tunas atau daun daun baru, itu bisa jadi mereka adalah tanaman-tanaman yang kurang nutrisi. Jadi sekalinya dikasih vitamin langsung tumbuh. Tapi kalau sehari-hari nutrisi tanaman itu sudah bagus, vitamin atau serum itu efeknya tidak akan sehebat itu. Kalau saya melihatnya seperti itu. 

Kalau kapan harus digunakan? Menurutku itu bebas saja. Karena itu cuma vitamin, bisa seminggu sekali, atau 2 minggu sekali. Kalau saya sendiri tidak wajib.

Nah, sekarang kan sedang musim hujan, apakah ada tanaman yang harus diselamatkan dari air hujan? Dan Titiw sendiri pernah share juga tentang menampung air hujan ya?

Air hujan itu bagus sekali untuk tanaman karena mengandung oksigen dan nitrogen yang lebih banyak dibanding air biasa. Cuma ada beberapa tanaman yang tidak kuat terkena air hujan terus menerus. Jadi kalau musim hujan seperti sekarang kita olahraga sedikit untuk dorong-dorong pot dan pindah-pindah tanaman yang tidak bisa terkena air terlalu banyak. Sediakan juga insektisida dan anti jamur. Karena kondisi kelembaban semakin tinggi paling disukai oleh hama dan jamur. Kalau ada budget lebih, disarankan untuk beli hygrometer, itu penunjuk kelembaban udara, jadi misalnya seperti sekarang musim hujan, kelembabannya bisa 85 – 95 % itu sepertinya menyiramnya bisa nanti. Karena tanaman itu tidak hanya menyerap kelembaban dari air tapi juga tadi kelembaban udara. Jadi kalau di Indonesia itu kelembaban udara yang pas untuk tanaman hias sekitar 50 – 65 / 70%. Jadi sebenarnya udara di Indonesia itu bagus sekali untuk tanaman hias. 

Kalau mau mencegah hama itu bisa pakai Neem Oil, disemprot ke tanamannya 2 minggu sekali. Itu memang tidak sekuat insektisida, tapi bisa menghambat pertumbuhan si hama. Menyemprotnya di permukaan daun, atau lebih bagus di balik daun karena di balik daun itu biasanya tempat hama bersarang, dan sedikit di permukaan media tanam.

Untuk first timer yang mau mengadopsi tanaman dengan budget normal, ada rekomendasi tidak bisa adopsi tanaman apa?

Banyak tanaman yang harganya masih dibawah 100.000, misalnya Sirih Gading, Syngonium, Calathea, Caladium, Philodendron. Tapi kalau untuk pemula, coba deh Sirih Gading dan Lidah Mertua, itu sudah paling benar.

Kalau Titiw sendiri, ada budget khusus per bulan tidak?

Kalau saya dulu ada pos-pos untuk entertainment. Misalnya kalau Sabtu – Minggu kita makan bareng, kita belanja baju bareng, kan saat ini tidak terpakai ya. Jadi sebagai Ibu di rumah tangga, saya yang menentukan itu budgetnya mau buat apa. Biasanya budget mainan anak ditambahin dan budget untuk tanaman juga ditambah.

Jadi tadi ada yang tanya, bagaimana caranya mengurangi rasa bersalah seorang Ibu, ketika dia merasa waktunya lebih banyak buat anak-anak hijau, dibanding anak-anaknya sendiri.

Ini menarik, karena kadang saya juga mera begitu. Tapi menurut saya untuk apa saya merasa bersalah? Saya happy dan suami juga tidak marah dan kadang ada mertua juga yang datang jagain anak-anak. Dan pagi juga saya masih mendampingi anak-anak sekolah online. Jadi tidak perlu terlalu keras sama diri sendiri. Selama suami ikhlas, anak-anak masih happy, masih fine.

Kenapa sekarang harga tanaman naik?

Karena demand dan supply tidak seimbang. Karena tanaman kan bukan hasil pabrik yang bisa diproduksi massal sesuai permintaan. Tapi dari petani ada waktu untuk mengembangbiakkan, ada waktu untuk tumbuh.

Rajin-rajin cek dan follow OPS (Online Plant Seller) agar tahu harga tanaman sekarang bagaimana. Karena kadang ada OPS yang harganya lebih mahal tapi value-nya lebih baik. Seperti ada satu OPS yang pernah saya beli, dia harganya lebih tinggi tapi after sales-nya bagus. Pernah saya beli tanaman, kemudian begitu sampai, tanamannya tidak sehat. Kemudian tanamannya ditukar dengan yang sehat.

Saya tinggal di Apartemen dan ada hama gulma di balkon, mengatasinya bagaimana? Dan untuk sukulen perawatannya bagaimana?

Kalau di balkon memang agak sulit, jadi perlu panggil tukang untuk membersihkan gulma itu, karena bisa menutup saluran air dan bikin banjir.

Ya, saya juga kurang hoki  sama sukulen. Tapi tipsnya adalah media tanamnya harus yang poros dan jangan akai tanah yang lembek, siramnya.

Lebih penting mana, media tanam atau serum?

Menurut saya media tanam. Karena media tanam adalah kunci sukses sebuah tanaman. Mau serumnya sebagus apapun, kalau media tanamnya tidak bagus, itu tetap akan kurang maksimal.

Media tanam itu perlu diganti secara berkala atau tidak?

Saya pernah ngobrol sama OPS, sebenarnya tidak ada. Selama tanamannya baik-baik saja, tidak perlu diganti. Paling ditambah saja media tanamnya. Kecuali kalau terkena hama, baru diganti media tanamnya. Kalau saya kadang cuma ditambah kompos saja yang saya bikin sendiri di rumah.

Kapan saatnya buat repotting? Ada yang saat repotting jadi layu atau mati.

Sebenarnya repotting kan seperti memindahkan rumah tanaman. Kita saja kalau pindah rumah bisa stress dan capek. Kalau tanaman baik-baik saja, buat apa repotting? Repotting itu kalau akarnya sudah terlalu besar dan tidak bisa berkembang lagi di pot yang dipakai, baru repotting, baru ganti pot. Atau misalnya karena potnya kurang bagus misalnya kurang poros.

Jenis tanaman apa yang cocok buat pot terakota dan pot plastik?

Pot plastik itu menyimpan kelembaban lebih lama, sedangkan pot terakota menyerap air, jadi cocok buat tanaman yang tidak suka air. Seperti Aglaonema, Lidah Mertua. Jenis Calathea bisa juga pakai terakota, tapi di adjust. Misalnya kalau pakai pot plastik menyiramnya 2 hari sekali, pakai pot terakota jadi disiram setiap hari. 

Ada yang bilang kasih micin ke tanaman bikin tanaman lebih subur?

Iya benar, tapi saya belum pernah coba. Karena micin itu mengandung semacam B1 untuk tanaman, tapi konsentrasinya rendah. Sama seperti air beras juga bagus, mengandung kalsium dan vitamin B1 tapi konsentrasi rendah. Itu fungsinya untuk merangsang akar dan mencegah stress.

Kalau untuk menyiram dengan vitamin B1 berapa kali sehari?

Tergantung saja, setiap hari juga tidak apa-apa, karena konsentrasinya rendah. Tapi  kalau vitamin B1 yang kimia dengan konsentrasi tidak, tidak perlu setiap hari. Jadi kalau saya penganut yang jarang pakai vitamin, pupuk, atau serum tanaman. Selama tanaman saya sehat, ya tidak perlu tambah vitamin.

Calathea saya di pot terakota daunnya menggulung itu kenapa?

Calathea ini termasuk tanaman yang menguras emosi. Memang jenis yang suka lembab. Kalau tidak mau repot, ganti menggunakan pot plastik. Satu tips juga buat pemula, pakai pot plastik aja, karena enteng. Jadi kita mudah tahu kapan perlu menyiram,  tinggal angkat aja potnya, kalau sudah enteng, baru disiram.

Kak, saran buat yang mau mulai dengan lahan sempit.

Selama ada lahan, kita bisa bercocok tanam. Kan sekarang kita bisa pakai rak gantung, rak vertikal. Dan jangan mulai dengan tanaman yang pohon besar. Pilih tanaman yang lama pertumbuhannya. 

Saya sekali-kali pakai growmore, itu tidak apa-apa kak? Tidak bikin tanaman gosong? Karena beberapa teman ada yang bilang itu bisa bikin tanaman gosong.

Kalau misalnya mau coba pakai growmore, coba ke salah satu tanaman dulu. Karena saya pernah coba pakai salah satu brand ke beberapa tanaman sekaligus, besoknya 50% tanaman saya terbakar semua.

Waktu penyemprotan pestisida sudah harus diperhatikan, baiknya pagi sekali atau sore sekalian, biar tidak langsung kena sinar matahari. Karena itu mengandung bahan kimia, jadi tidak boleh langsung terkena matahari sebelum kering lagi.

Kalau akar dimakan semut, mengatasinya bagaimana? Apa media tanamnya yang perlu diganti?

Semut itu bukan hama, tapi kadang suka media tanam yang ada cocopeat-nya atau sekam mentah dan itu biasanya susah hilang juga walaupun pakai pestisida. Jadi kalau bisa, ganti saja media tanamnya dan ganti potnya. Kalau sama pot plastik itu semut dia kurang suka, tapi kalau pot terakota / gerabah biasanya lebih disukai semut.

Titiw sendiri bertanam ini untuk kebahagiaan sendiri atau ngikutin tren?

Kalau saya ngikutin tren, saya pasti belinya tanaman yang mahal-mahal. Tapi saya kalau  di rumah ada daun sirih gading yang tidak sengaja ketarik anak dan sobek, rasanya seperti pengen nangis.

Calathea kalau daunnya kering dan daunnya menggulung?

Itu biasanya kepanasan, coba bawa ke tempat teduh dulu dan siram. Kalau sudah disiram masih begitu juga, coba pakai bottom watering. Caranya dengan menaruh pot berisi air di bawah pot tanamannya.

Media tanam yang terbaik untuk Alocasia dan Calathea itu apa?

1. Calathea: suka media tanam yang lembab.
2. Alocasia: tidak suka media tanam yang asam. Bisa pakai peat moss, kalau asam selain pertumbuhannya kurang maksimal, kadang terkena hama spider mites. Itu adalah hama yang suka sekali menyerang jenis Alocasia. Kalau sudah ada yang terkena, langsung pisahkan dengan tanaman lain.
3. Kalau hama yang putih-putih itu, bisa nular juga. Tapi lambat. Kalau ada daun yang sudah terkena spider mites, biasanya saya relakan potong. 

Tips cara mencacah yang baik dan benar untuk pemula?

Harus ada akar angin dan di persimpangan batang antara daun ada calon mata tunasnya. Setelah digunting, propagasinya bisa di air, sphagnum moss atau juga bisa di live moss (lumut hidup).

Tanaman apa saja yang mudah di propagasi?

Jenis Sirih itu mudah di propagasi, termasuk sirih badak juga mudah. Monstera juga bisa, pokoknya tanaman yang selain umbi. Karena kalau yang umbi tidak bisa digunting, tapi dipisahin umbinya

Caladium itu perawatannya bagaimana?

Medianya lembab, tapi suka panas. Jadi panas tiap hari, dan siram  juga tiap hari. Lebih bagus kalau langsung terkena sinar matahari. Untuk media tanamnya, Caladium lebih suka kalau campurannya ada yang lengket-lengket.

Merawat tanaman hias kembang atau bunga?

Mungkin maksudnya tanaman hias daun dan tanaman yang ada bunganya ya. Kalau yang bunga seperti mawar atau melati, itu butuh penyerbukan. Kalau buat yang misalnya di apartemen dan panas banget, coba yang bunga-bunga seperti mawar ini.

Kalau saya sendiri untuk adopsi mawar sudah menyerah.

Saat pandemi, apa sih yang perlu diperhatikan dalam mengadopsi anak-anak hijau?

Yang pertama budget. Karena kita tidak pernah tahu pandemi ini akan berapa lama. Misalnya, walaupun ada gaji, tapi kita harus pertimbangkan lagi budgetnya, terutama di kondisi pandemi seperti sekarang. Dan untuk menambah koleksi, tidak harus beli juga, bisa plant swap dengan teman sesama Plant Parent.

Terakhir boleh dikasih kalimat penutup buat pemula dari Titiw:

1. Yang pertama Komitmen, seberapa bisa komitmen kalian bisa merawat anak-anak hijau. Jadi bisa mempertimbangkan berapa banyak tanaman yang bisa kita adopsi.
2. Yang kedua, budget.
3. Yang ketiga, jangan lupa anak dan suami, dan jangan merasa bersalah dengan menanam. Karena siapa tahu dari hobi tanaman ini bisa jadi membuka jalan kita untuk dapat penghasilan tambahan.

Oke baik, itu kalimat penutup dari Titiw dan untuk Bunda-bunda semua, Selamat menanam dan jangan lupa menyiram yaa..


Jadi Plant Mom dan Plant Dad semua, terutama yang baru mulai mengadopsi anak-anak hijau, bisa cerita nih anak hijau yang paling rewel apa sih? Atau ada cerita bahagia selama merawat anak-anak hijau? Boleh banget share ceritanya di kolom komentar yaa. Jangan lupa share juga di akun social media kamu, mention @plantstorycom @theasiaparent_id dan @travelmom.id yaa!

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles

Halo plant parent semua, sepertinya sudah lama ya kami tidak berbagi tips tentang anak-anak hijau. Kali ini kami ingin berbagi tips untuk anak hijau yang spesial nih. Kenapa spesial? Karena […]

Selengkapnya

Seperti yang kita tahu bahwa media tanam adalah salah satu kunci dan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tanaman. Jadi seperti apa media tanam yang bagus untuk tanaman kita? Untuk tanaman indoor sebaiknya memiliki media tanam yang balance yaitu punya daya serap yang bagus, tapi juga poros, karena tanaman indoor ditanam di dalam pot.

Selengkapnya

Masih sering bingung, sebenarnya media tanam apa yang cocok untuk tanaman di rumah? Baiknya media tanam racik, media tanam tunggal, atau moss (lumut)? Kali ini ada tips menarik dari @kebunnya_bro tentang media tanam andalan dan juga mix media tanam untuk masing-masing jenis tanaman.

Selengkapnya