Talk About Plant: Basic Plant Care

/
Talk About Plant: Basic Plant Care

Ini adalah catatan dari acara ngobrol santai via zoom pada 08 Oktober 2020 lalu tentang merawat tanaman bersama beberapa narasumber keren yaitu:

  • Dita Lubis – @didoet
  • Tita Margareta – @moss.project
  • Sintha Etnara – @sinthaetnara
  • Rina Ariyanti – @rinaariyanti79
  • Fitri – @rupasha46
  • Andyma Setiawan – @andyma.setiawan

Jadi apa saja yang yang dibicarakan? Berikut beberapa poin yang dibahas.

Persiapan Awal Memelihara Tanaman

  1. Perhatikan lahan sekitar rumah.
    Tentukan tempat di mana tanaman itu akan diletakkan.
  2. Ketahui kondisi tempat dari sisi: asupan cahaya, naungan, kelembaban dan sirkulasi udara.
  3. Pilihlah tanaman yang sesuai karakter zona yang sudah ditentukan: 
    1. Zona cahaya rendah: Calathea, Lily, Spider Plant, Pothos / Sirih Gading, Pakis.
    2. Zona cahaya sedang: Monstera, Philodendron, Alocasia, Keladi, SOH (String of Heart).
    3. Zona cahaya tinggi: Kaktus, Sansevieria, Ficus, Miyana, Adenium, Euphorbia, Bougenville.
  4. Alat-alat yang perlu disiapkan sebelum tanaman datang:
    1. Alat siram: alat siram guyur dan sprayer. Kalau tidak mau beli, bisa pakai botol bekas aqua yang dilubang-lubangi.
    2. Pot: kalau beli di online shop biasanya dikirim hanya tanaman tanpa pot, jadi sebelum tanaman datang, pastikan kita sudah punya potnya.
    3. Gunting dahan: untuk pruning, gunting dahan/ranting yang sudah kuning. Ini sebenarnya bisa pakai gunting biasa, tapi untuk jangka panjang bisa beli sekalian saja.
    4. Media tanam: seperti halnya pot, kalau beli di online shop, biasanya dikirim tanpa media tanam. Media tanam inilah yang akan menjadi rumah untuk tanaman.
    5. Vitamin, pupuk, insektisida, pestisida, sarung tangan. Sarung tangan ini untuk berjaga-jaga kalau alergi terhadap zat-zat yang terkandung pada media tanam, atau pupuk tertentu.
    6. Sekop: biasanya untuk mengaduk-aduk media tanam.
  5. Untuk pemula, dianjurkan untuk memilih maksimal 5 jenis tanaman, sebelum menambah koleksi tanamannya:
    1. Bisa beli 1-2 pot dulu, atau maksimal 5 pot agar perawatannya bisa fokus, kalau sudah berhasil, tidak apa-apa beli lagi untuk jenis yang lain. Kalau sekaligus banyak, nanti kasihan tanamannya jadi tidak terpelihara dengan baik.
    2. Karena sekarang banyak sekali online shop yang yang tidak jujur, harus pintar-pintar pilih online shop. Atau bisa juga dengan menanyakan pada teman yang pernah beli, penjual yang oke yang mana.

Perawatan Tanaman

  1. Intensitas penyiraman
    Jangan sampai over watering. Ini penting sekali, harus tahu jenis tanaman ini penyiramannya berapa kali sehari. Dan penyiraman juga dipengaruhi oleh wadah. Misalnya pot plastik dan pot terakota itu berbeda. Karena pot terakota itu menyerap air, jadi akan lebih cepat kering dibanding pot plastik. Cuaca juga mempengaruhi. Misalnya musim kemarau dan musim hujan. Kalau musim hujan, tidak perlu terlalu sering menyiram.
  2. Cara penyiraman
    Ada 2 cara, yaitu:
    1. Siram guyur (yang siram langsung ke media tanam sampai basah)
    2. Siram spray (hanya disemprotkan ke dahan, daun atau bunga). Untuk siram spray ini bisa setiap hari jam 7 pagi. Misalnya Monstera dan Philo, jenis ini tidak suka terlalu sering disiram. Tunggu benar2 media tanamnya kering. Tergantung kondisi di rumah juga. Nanti lama-lama bisa temukan ritme sendiri yang tepat kapan harus menyiram.
  3. Media tanam yang tepat
    1. Media tanam juga harus tepat. Semua media tanam harus poros, yaitu kalau disiram airnya gampang keluar. Bisa coba2, misalnya dalamnya diisi pasir, andam, atau pakis.
    2. Selain poros, juga harus steril, supaya terhindar dari hama. Walaupun tanaman punya anti bodi, untuk jangka panjang kita tidak tahu, jadi lebih baik menjaga. Yang penting unsur hara terjaga, poros dan steril.
  4. Repotting setiap 6 bulan sekali
    Kenapa harus diganti berkala? Karena media tanam yang sering disiram, partikelnya akan turun ke bawah jadi padat dan bisa membuat air menggenang, sehingga bisa mengakibatkan akar busuk. Biasanya kalau sudah 6-12 bulan, unsur haranya bisa hilang. Repotting juga harus hati-hati, pelan-pelan, jangan sampai akarnya putus. Ada juga beberapa tanaman tidak boleh sampai buyar media tanamnya. Misalnya Eucalyptus, tidak bisa kita repotting media tanamnya buyar. Kalau Monstera dan Philo masih bisa. Pemberian vitamin, pupuk, pestisida itu setengah dosis dari petunjuk masing-masing vitamin dan pupuknya, supaya tanamannya tidak kaget dan untuk menghindari overdosis.
  5. Asupan cahaya
    Jangan sampai kekurangan dan jangan sampai kelebihan. Kalau kekurangan, pertumbuhan tanamannya jadi kurang optimal. Kalau kelebihan, bisa sunburn.
  6. Kelembaban
    Tidak semua tanaman suka kelembaban. 
  7. Rotasi tanaman
    Ini sangat dianjurkan bagi orang-orang yang menaruh tanaman di dalam rumah. Disarankan seminggu sekali, misalnya Senin – Jumat di dalam rumah, nanti Sabtu-Minggu ditaruh di luar rumah. Tidak terlalu disarankan untuk selalu taruh di dalam rumah, jadi lebih baik di teras atau di tempat yang teduh.

Media Tanam

Berdasarkan karakternya, Media tanam dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Media tanam poros.
    Kalau dilihat dari fisiknya bentuk butiran seperti pasir kasar, granul, berfungsi menyerap air, membantu drainase air supaya tidak becek, menjaga aerasi, mempertahankan oksigen, bagus untuk menjaga kesehatan akar.
    Beberapa media tanam poros:
    1. Pasir malang (pasmal)
      Berasal dari lahar gunung vulkanik, biasanya dicampur media tanam lain atau dijadikan topping.
    2. Akadama
      Hampir sama dengan pasmal, tapi ini media terbentuk dari tanah vulkanik di Jepang, jadi warnanya agak coklat. Biasanya digunakan untuk bonsai dan kaktus.
    3. Perlite
      Berwarna putih dan keabuan, sangat ringan. Terbentuk alamiah dari abrasi bebatuan.
    4. Vermiculite
      Lapisan dari mineral silica. Sangat baik untuk pembibitan. Karena sifatnya menjaga kelembaban, jadi sering digunakan untuk pembibitan reptil juga.
  2. Media tanam lembab
    Kalau disiram atau dalam keadaan basah saat dipegang terasa lembek. Beberapa media tanaman lembab diantaranya: 
    1. Sekam mentah, sekam bakar.
      Bisa menambah unsur hara, untuk menyerap kelebihan air. Untuk sekam mentah, juga berfungsi sebagai penangkal hama bekicot dan kucing, karena teksturnya yang kasar akan melukai Bekicot dan kucing. Menjaga drainase dan aerasi. Harga relatif murah dan mudah didapat.
    2. Andam.
      Berasal dari ranting dan dedaunan yang sudah mati. Karakternya lembab dan agak rapuh, mudah menyerap air.
    3. Daun bambu
      Kering dan rapuh tapi sulit menyerap air. Akan baik digunakan jika dicampur, tapi karena karakternya mudah hancur, jadi repotingnya lebih sering, sekitar 2-3 bulan sekali.

Intensitas cahaya

  1. Cahaya sangat berpengaruh pada fotosintesis tanaman. Kalau sinar matahari cukup, berarti tanaman bisa tumbuh optimal. Jadi kalau tempat kita meletakkan tanaman di dalam dan di luar rumah, ekspektasinya tidak bisa sama. Karena intensitas cahaya yang didapat juga berbeda.
  2. Yang mempengaruhi intensitas cahaya di antaranya kuantitas, kualitas dan lamanya pencahayaan.
  3. Kalau cahaya kurang biasanya perubahan dan perkembangan tanaman jadi terhambat. Misalnya Hoya, jika cukup sinar matahari, warna bunganya akan lebih keluar. Tapi kalau rimbun dan sehatnya itu sama aja karena tanaman tetap bisa beradaptasi. Hanya saja warna dan sehatnya yang berubah. Ya itu karena pentingnya intensitas sinar matahari.
  4. Ada tumbuhan yang perlu sinar matahari langsung (direct light) dan ada yang suka sinar matahari tidak langsung (indirect light), atau di tempat teduh (shades). Seperti misalnya jenis Monstera dan Philo, perlu sinar matahari tapi tidak langsung. Jadi bisa pakai paranet atau di tempat yang teduh. Misalnya kalau ada jenis Calathea daunnya menggulung, bisa coba dipindah saja, karena itu tandanya kelebihan cahaya matahari. Kalau jenis Alocasia dan Waru, biasanya perlu sinar matahari langsung. Jadi kalau ditaruh di dalam rumah biasanya daunnya akan rontok atau warnanya tidak keluar.
  5. Kalau untuk di dalam rumah, bisa pilih jenis tanaman seperti Monstera dan Philo dengan ditaruh di dekat jendela atau dibuat atasnya terbuka. Jadi pentingnya sinar untuk tanaman adalah untuk metamorfosis. Sedangkan tugas kita adalah bagaimana mengoptimalkan perawatannya agar tanaman tersebut bisa tumbuh optimal.

Pupuk dan Vitamin

  1. Pupuk adalah nutrisi bagi tanah. Tanah yang diberi pupuk akan mengalami perbaikan struktur tanah. Untuk berkembang, tanaman membutuhkan unsur NPK, yaitu:
    1. N (Nitrogen): Untuk mendukung pertumbuhan daun.
    2. P (Phosphorus): Untuk merangsang pertumbuhan akar, merangsang pemekaran bunga, dan membantu menguatkan sistem pertahanan utama.
    3. K (Kalium): Berguna untuk pembungaan dan pembuahan, sebagai sistem pertahanan tanaman dan mengatur kadar air
  2. Jenis pupuk sendiri ada pupuk organik dan anorganik. Ada juga pupuk cair.
  3. Penggunaan sesuai ukuran, cara pakainya misting dari daun dan batang.
  4. Ada juga jenis pupuk yang slow release, jadi sekali pemakaian bisa untuk 3-9 bulan sekali. Pupuk ini biasanya cocok untuk kaktus, karena kaktus tidak boleh sering disiram.
  5. Vitamin biasanya diberikan setiap habis repotting untuk mengurangi stress tanaman. Contoh vitamin sala satunya adalah superthrive.
  6. Semua pupuk itu bagus dan tergantung masing-masing tanaman saja cocoknya yang mana. Pupuk organik juga bagus. Seperti guano, biasanya cepat larut ke tanah. Jadi biasanya 2 minggu sekali sudah perlu dilakukan pemupukan lagi.
  7. Hormax itu adalah vitamin tanaman yang bagus untuk merangsang akar.
  8. Pemakaian pupuk dan pestisida.
    1. Biasanya pemakaian selang seling setiap minggunya untuk masing-masing pupuk dan pestisida
    2. NPK Mutiara itu keras, jadi pemakaiannya jangan terlalu banyak dan penggunaanya di pinggiran pot saja, jangan di tengah. Kalau di tengah pot nanti bisa membakar akar. 
  9. Untuk tanaman variegata, tidak berani pakai pupuk yang kadar nitrogennya tinggi.  Karena nanti variegatanya malah sembuh dan daunnya hijau lagi. 
  10. Kalau untuk bunga atau buah, cari jenis pupuk yang kaliumnya tinggi

Question and Answer

Saya punya Calathea dan Aglaonema, saat tumbuh tunas daun baru, daun yang lain mati. Jadi hanya 1 terus daunnya. Kira-kira kenapa?

Matinya kenapa itu harus dilihat dulu. Apakah karena kering atau busuk. Jenis Calathea ini agak tricky, dia harus lembab tapi jangan terlalu basah. Kalau misalnya daunnya menggulung dan kering, itu biasanya karena kepanasan. Kalau lama-lama daunnya letoy, biasanya karena media tanamnya kurang poros. Jadi airnya menggenang dan daunnya busuk.

Kalau untuk Calathea Orbi media tanam yang baik apa?

Calathea Orbi ini tidak perlu sinar matahari langsung. Sesuaikan dengan cuaca. Di dalam rumah bisa lebih tahan. Kalau media bisa dicoba pakai andam, sekam mentah dan daun bambu yang difermentasi dan dicampur perlite untuk asupan oksigen.

Ngomong-ngomong tentang indoor plants, jujur saya belum paham mengenai “west, south, east & north facing windows” (karena biasanya referensi dari Youtuber mancanegara). Apa bisa bantu dijelaskan? Terima kasih banyak sebelumnya.

Learning by doing saja. Karena cuaca dan udara di mancanegara dan di Indonesia juga berbeda. Jadi jangan terlalu mengikuti mereka, karena banyak faktor yang berbeda.

Kalau untuk jenis Anthurium  dan Begonia itu masuk ke zona cahaya rendah, sedang atau tinggi ya?

Begonia itu cocok di bawah pohon, tidak terkena cahaya langsung, tapi masih terkena pantulan cahaya. Begonia akan bagus di tempat yang terang dan berangin tapi jangan terlalu sering disiram.

Daun Anthurium Sirih saya ada spot-spot kuning coklat, kurang sehat. Apa yang bisa saya lakukan untuk menyehatkan, supaya daunnya hijau lagi?  Media tanam moss cocok digunakan untuk tanaman apa? Media super racik cocoknya digunakan untuk tanaman apa?

Kalau spot kuning-kuning itu biasanya jamur, tapi bekasnya tidak bisa hilang. Untuk mengobatinya, bisa pakai fungisida, tapi setelah itu dipruning saja. Media moss, hampir semua tanaman bisa. Media super racik cocok untuk jenis Philo, Anthurium dan beberapa jenis tanaman lainnya.

Saya tidak pernah berhasil merawat Pilea, bagaimanakah tips dan saran perawatannya? Terima kasih

Pilea itu salah satu jenis tanaman yang sukanya media tanam seperti kaktus, suka terang, dan tidak bisa keteduhan. Medianya harus poros dan bagusnya digantung. Karena sirkulasi udaranya juga harus berangin.

Semenjak beberapa hari ini hujan terus menerus, beberapa daun Mamei dan Micro saya basah, seperti lembek dan busuk. Padahal jadwal siram sesuai seperti biasa. Indikasinya overwatering, lalu baiknya apa saya juga bongkar metan? Atau dikurangi jadwal siramnya?

Kalau over watering, selama daunnya tidak busuk, itu tidak apa-apa. Tapi kalau ada daun yang busuk, buang saja daun yang busuk dan selanjutnya jangan kebanyakan air. Kalau terlalu basah karena air hujan misalnya, ganti media tanamnya yang poros.

Media tanam sebelum dipakai itu dikasih fungisida seperti score perbandingannya berapa?

Setengah mili di air 1 liter, penggunaannya 2 bulan sekali. Bisa juga pakai pestisida yang dibenam atau yang bubuk.

Yang dibilang metan steril itu yang bagaimana ya? Apakah semua metan sebaiknya difermentasi dulu?

Tidak semua metan harus difermentasi, seperti perlite itu tidak perlu fermentasi lagi. Steril itu artinya tidak ada jamur dan bakteri, karena kalau bakteri kan kecil, tidak terlihat. Jadi cari aman saja dengan mensterilkan metan. Kalau jamur bisa pakai fungisida dan H2O2. Untuk media tanam seperti kaktus, tidak bisa difermentasi, jadi bisa direndam di air panas atau ditaruh di pemanas. 

Saya sering bermasalah dengan tanaman yang baru datang lalu kondisi layu, saya rendam ke B1, beberapa hari kemudian daunnya kuning semua. Lalu tersisa batangnya saja. Ini terjadi pada Aglaonema Pictum dan Alocasia Dragon Scale. Mohon petunjuknya.

Itu memang tanamannya mudah stress, jadi harus disungkup pakai plastik sampai tumbuh daun baru, bahkan bisa sampai 3 bulan. Bisa juga pakai media tanam lumut atau sphagnum moss. Untuk jenis Alocasia itu, kalau sudah dicabut dari tanah, tidak akan bisa selamat. Paling menunggu tumbuh daun baru, selama umbinya masih bagus.

Saya baru-baru ini suka Homalomena, dia suka kering atau lembab ya?

Homalomena jenis yang suka tempat adem dan tidak bisa panas. Harus di bawah tempat yang teduh.

Kalau Sukulen bagaimana perawatannya? Sudah ganti metan tetap saja mati. Apa kiatnya setelah sukulen datang dari beli online? Thanks.

Tidak bisa pakai media yang dari sellernya. Bisa pakai metan campuran akadama dan perlite, itu bagus. Persepsi yang katanya dia suka matahari, kalau mau keep indoor bisa ditaruh di dekat jendela yang bisa dibuka, jadi kena angin juga. Media tanamnya harus poros. Karena sekarang sudah masuk musim hujan, jadi jadwal siramnya bisa 7-10 hari sekali. Kaktus yang tidak ada durinya, apalagi media tanamnya lembab, itu kulitnya lebih sensitif. Jadi jangan sampai sunburn juga.

Sphagnum moss apakah bisa dijadikan media tanam untuk semua jenis tanaman?

Berdasarkan pengalaman, bisa untuk semua tanaman kecuali kaktus dan sukulen. Kalau untuk jenis Philo, Monstera dan Pictum itu bisa.

Metan untuk Anthurium baiknya apa? Apakah bisa memakai live moss saja?

Sekam mentah fermentasi dan perlite bagus untuk Anthurium.

Kalau Hydroton sendiri itu apakah bisa dipakai untuk semua jenis tanaman atau hanya jenis tertentu saja?

Bisa untuk semua tanaman.

Untuk Tradescantia Fluminensis Tricolor, cara penyiramannya bagaimana? Saya coba propagasi tidak pernah berhasil.

Harus terkena panas matahari dan siram setiap hari jadi lebih subur. Harus di luar, digantung. Perawatannya sama seperti jenis Nanouk.

Saya mau tanya, Alocasia saya ada 1 batang yang batangnya bengkok seperti tidak bisa menopang daunnya yang besar. Lalu semakin lama di pinggiran daunnya ada spot-spot kuning, itu kenapa ya? Lalu apa yang harus saya lakukan? Dan 1 lagi, tanaman Aster saya terus berbunga, tapi bunganya baru keluar sedikit sudah coklat, semuanya seperti itu. Berbunga tapi sebelum bunganya full, dia sudah coklat. Kira-kira kenapa ya? Terima kasih sebelumnya.

Untuk Alocasia, bisa hama, bisa juga jamur. Harus dilihat dulu itu hama apa. Kalau umbinya sehat, masih bisa tumbuh daun baru. Memang perlu dikasih penopang dulu sampai dia sehat. Tapi kalau sudah ada spot, lebih baik di pruning. Kalau Aster belum ada yang punya pengalaman, jadi maaf belum bisa sharing.

Peperomia saya pakai andam & sekam mentah lunyut semua. Ternyata cocoknya dengan sekam bakar. Tapi Aglaonema saya tidak cocok dengan sekam bakar, lebih cocok dengan sekam mentah + andaman. Monthai milik saya, saya coba pindah-pindah ke tempat yang terkena cahaya & berangin, baru mau tumbuh tunas baru. Harus coba-coba sendiri ternyata mana yang paling pas dengan lingkungan rumah sendiri. Untuk palem merah ditanam di tanah saya masih belum dapat perlakuan yang tepat, padahal sudah dipupuk N. Bagaimana supaya bisa tumbuh besar? Mohon masukannya.

Kalau palem itu tidak terlalu suka sama pupuk, dan harus dikasih tatakan air dibawahnya. Dan dia suka panas.

Apakah formulex + superdrive boleh dicampur dan di misting ke tanaman setiap hari?

Boleh, tapi tidak setiap hari.

Kalau beli tanaman online dan ada bintik-bintik (dugaan saya bakteri) semprot fungisida saat itu juga apakahboleh? Atau harus menunggu satu minggu dulu baru boleh semprot fungisida?

Tidak apa-apa, tapi bintik-bintiknya kenapa itu harus diidentifikasi dulu.

Rhaphidophora Tetrasperma saya kemarin saya kasih B1, kemudian beberapa hari kemudian daunnya gosong, kemungkinan karena Vitamin B1-nya atau karena over watering?

Perlu dilihat dulu gosongnya kenapa. Kalau over watering biasanya jadi lembek. Dan dicek dulu, dikasih Vitamin B1-nya overdosis atau tidak.

Untuk tanaman Keladi Tikus apakah tidak bisa rimbun? Soalnya yang saya punya hanya 2 daun atau mentok 3 daun, itu juga jarang terjadi. 

Kalau belum rimbun, biasanya karena umbi belum besar. Itu masih proses umbinya jadi besar.

Kalium yang dari kulit telur, apakah bagus juga?

Bagus juga. Biasanya dihancurkan dan langsung ditaruh di media tanamnya saja.

Jenis tanaman Variegata yang sudah terlanjur berubah hijau semua karena pemupukan, bagaimana treatment yang bisa dilakukan untuk mengembalikan lagi variegata-nya ya?

Bisa coba potong batang yang masih ada varigatanya, dengan harapan nanti akan tumbuh tunas yang variegata lagi.

Kalau pupuk untuk memperbesar / memperbanyak akar itu yang tinggi kandungan P atau K?

Yang tinggi kandungan P-nya, atau pakai hormax itu buat akar bagus sekali.

Untuk pemupukan, saya masih yang organik, jadi hanya mengandalkan Pupuk Kandang atau Guano dan sesekali Vitamin B1 saja atau Hormax. Kira-kira bagaimana?

Itu sudah bagus. Selama tanamannya bagus, itu sudah cukup.

Tanaman variegata lebih cocok pakai superdrive atau formulex?

Pakai dua-duanya bagus, sesuai takaran.

Kalau boleh dishare pengaruh cuaca (daerah panas / dingin, contoh Bogor dan Jakarta) dengan jenis media (lembab / kering) dan misting serta penyiraman. Kalau ada guidance-nya akan lebih baik. Dan satu lagi, pengaruh jenis tanaman dengan media dan cuaca atau daerah low / high altitude, itu bagaimana? Terima kasih.

Tidak ada patokan khusus, apalagi untuk tanaman impor sangat berbeda dengan disini. Jadi disesuaikan saja. Kalau Jakarta dan Bogor, lebih lembab di Bogor, dan sebenarnya tanamannya lebih bagus di Bogor. Kalau mau menambahkan Perlite dan Vermiculite akan bagus untuk menstabilkan suhu juga. Dan kalau dari Bogor biasanya banyak pakai sekam mentah, karena di sana lebih kuat.

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles

Masih sering bingung, sebenarnya media tanam apa yang cocok untuk tanaman di rumah? Baiknya media tanam racik, media tanam tunggal, atau moss (lumut)? Kali ini ada tips menarik dari @kebunnya_bro tentang media tanam andalan dan juga mix media tanam untuk masing-masing jenis tanaman.

Selengkapnya

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles

Masih sering bingung, sebenarnya media tanam apa yang cocok untuk tanaman di rumah? Baiknya media tanam racik, media tanam tunggal, atau moss (lumut)? Kali ini ada tips menarik dari @kebunnya_bro tentang media tanam andalan dan juga mix media tanam untuk masing-masing jenis tanaman.

Selengkapnya