Tips Stek Cincau Hijau, Bisa Tanpa Daun!

Oleh PlantStory
/
Tips Stek Cincau Hijau, Bisa Tanpa Daun!

Ini adalah catatan dari acara #ngebunburit @kebunkumara bersama @ayudiac yang telah diselenggarakan pada tanggal 7 Mei 2021 via IG Live.

Tema hari ini adalah menanam cincau. Tapi karena tanamannya belum ada, nanti akan dimulai dengan menyetek cincaunya dulu.

Buat teman-teman yang mau memulai dengan tanaman yang mudah dan minim perawatan cincau adalah salah satu pilihan yang tepat. Cincau sendiri ada 2 macam, ada cincau biasa dan yang daunnya agak beludru. Untuk cincau yang daunnya agak beludru tidak merambat sedangkan cincau yang biasa merambat. Cincau yang merambat sendiri ada 2 jenis, ada yang daunnya besar dan ada yang daunnya kecil. Dan yang kali ini ada dipraktekkan cara steknya adalah cincau rambat daun kecil. 

Cincau Hijau (Cylea barbata)

Daun cincau ini so easy, tinggal dipanen aja untuk dijadikan cincau. Kalau kalian mau memperbanyak atau menanam cincau, yang harus kalian lakukan adalah menyetek atau stem propagation. Bagaimana cara kita stek pohon cincau-nya?

  1. Stek batang yang sudah tua, bukan batang yang masih muda. Seperti apa batang muda? Bagian ujung batang yang baru mengeluarkan daun-daun baru adalah batang muda. Jadi jangan menyetek batang tersebut. Dia masih agak lembek dan tidak bisa distek. 

    Kalau kita perhatikan saat menanam tanaman yang merambat, batang bagian bawahnya biasanya berwarna agak coklat. Nah kita jangan menyetek batang yang sudah terlalu coklat juga. Jadi kita cari batang diantara warna hijau terang dan warna coklat. 

    Jadi ciri pertama adalah cari batang yang berwarna hijau tua. Yang kedua, batangnya sudah keras dan tidak lembek. 
  1. Tanaman seperti cincau rambat ini atau tanaman pangan, semakin kita panen maka tanaman tersebut akan semakin subur. Jadi tidak apa-apa kalau kita stek.
  2. Nah, kadang di bagian mereka keluar daun, itu akan keluar akar juga. Jadi itu bisa dijadikan patokan juga jadi area untuk kita stek.
  3. Nah untuk bagian yang masih muda itu kan tidak bisa ditanam, jadi nanti bisa kita jadikan kompos aja. 
  4. Saat menyetek, biasanya orang akan menyisakan satu atau dua daun. Tapi kita bisa potong daunnya juga tidak apa-apa, karena fokus kita saat menyetek adalah untuk pembentukan akar.

Berkebun with Ayudia

1. Background mulai berkebun

Kak Ayudia sendiri mulai berkebun sejak pandemi dan jadi ketagihan karena kegiatan berkebun jadi salah satu faktor yang membuat kak Ayudia menjadi ‘morning person’. Hingga akhirnya kak Ayudia pindah ke Bali dan harus mengangkut semua koleksi tanamannya, walaupun ada beberapa tanaman yang diadopsi oleh teman-teman, ada yang tetap di rumah lama, dan sebagian ada yang dibawa juga.

Nah untuk memulai kembali berkebun di Bali ini space-nya belum pas, karena perlengkapannya belum siap seperti peralatan dan juga perkakas yang belum siap. 

2. Area baru untuk berkebun

Berangkat dari pengalaman berkebun sebelumnya, saat ini rencana kak Ayudia tidak akan banyak menanam tanaman hias, tapi lebih banyak ke tanaman konsumsi. Kalau di rumah lama itu kebanyakan masih menanam secara konvensional (sekitar 70%) dan hidroponik (sekitar 30%), untuk plan berkebun kak Ayudia yang baru, porsinya akan ditukar menjadi hidroponik 70% dan konvensional 30%.

3. Kalau untuk tanaman hias saat ini masih ada atau tidak?

Untuk tanaman hias tetap ada, tapi lebih sebagai interior/eksterior desain aja yang memang didesain oleh desainernya. Sedangkan untuk tanaman hias yang memang saya beli untuk dirawat, saat ini sama sekali belum ada. 

Walaupun nantinya akan tetap ada tanaman hias untuk bisa tetap saya explore untuk kegiatan menyiram tanaman, tapi tanaman-tanaman tersebut adalah tanaman yang memang sudah didesain oleh gardenernya di area tersendiri.

4. Menanam stek cincau

Stek yang diterima kak Ayudia ternyata tinggal tersisa dua daun, apakah nantinya masih bisa numbuh?

Yes, untuk menanam stek, tidak harus ada daunnya ya. Batang yang masih ada daunnya pun bisa dipotong aja daunnya. 

Untuk menanam cincau rambat daun kecil ini, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah, dia butuh kawat. Kenapa? Karena akar dari pohon cincau rambat jenis ini tidak bisa langsung nempel ke dinding, jadi dia butuh kawat. Dan ketika cincau ini sudah mulai merambat, dia cenderung akan rimbun di bagian atas kawat. Jadi kalau kawatnya ketinggian juga nanti akan menyusahkan kita dalam memanen. Jadi pastikan ketinggian kawat senyamannya kita saat memanen daun cincau tersebut. Karena nantinya daun cincau ini akan gundul di bagian bawah dan rame (rimbun) di bagian atas. Kalau menggunakan kawat kotak-kotak, jangan sampai lubang kotaknya terlalu lebar. Idealnya kotaknya berukuran 6-10 cm. 

5. Perjalanan kak Ayudia pindah ke Bali

Jadi rencana pindah itu sebenarnya sudah ada jauh sebelum pandemi, karena saya juga melahirkan Skala kan juga di Bali. Tapi sebenarnya sejak sebelum melahirkan pun, sejak kita menikah, memang sudah nyaman di Bali, sampai memutuskan untuk melahirkan di Bali. kenapa? Banyak faktor, tapi saya juga percaya ada yang namanya jodoh juga. Apa yang bikin pengen banget pindah ke Bali adalah as simple as pengen nganterin anak sekolah tanpa macet dan sambil melihat sawah.

6. Apakah ada faktor kedekatan akses dengan pangan (atau petani) di Bali?

Iya, sini banyak dan selain karena tidak macet, di sini juga dekat ke mana-mana, jadi banyak yang bisa dilakukan. Karena untuk daerah yang kita pilih juga sebenarnya adalah daerah yang lebih tenang, atau bisa disebut lebih ‘ndeso’ kalau kata orang. 

7. Kalau untuk gaya hidup, apakah ada yang berubah?

Untuk segi olahraga, kita bisa eksplor tempat-tempat yang lebih natural seperti area tracking atau air terjun. Dan kalau kita keliling komplek ada bisa langsung melihat aktivitas petani, sawah dan hewan-hewan. 

Untuk gaya hidup lainnya, karena saat ini belum mulai menanam, jadi belum bisa ngerasain lagi kegiatan memanen. 

Kalau teman-teman space-nya tidak ada yang ingin tetap dekat dengan alam, yang bisa dilakukan memang adalah menanam. Karena kak Ayudia sendiri merasakan banyak manfaat dari menanam.

Kalau di Kebun Kumara sendiri, selalu ada pertanyaan, kenapa berkebun itu penting banget untuk mendekatkan kita dengan alam? Dan jawaban kita selalu mengulang, ya karena semua orang bisa punya kebun dan kebun itu tidak mahal juga, dan kamu tidak perlu keluar rumah untuk menikmati alam. Kak Ayudia sendiri apakah punya cara sendiri untuk menjual kegiatan berkebun ini ke orang lain?

  1. Kita butuh banget sama sayuran, sesuatu yang bisa kita konsumsi. Jadi apa yang kita tanam itu ya yang menyehatkan. Misalnya dimulai dengan sayur kesukaan kalian apa, atau buah-buahan favoritnya apa, itu bisa ditanam dan akhirnya bisa kalian makan. Karena ketika makan hasil panen dari kebun sendiri dan hasil dari beli di pasar/petani, itu rasanya pasti berbeda sekali.
  2. Sejak kak Ayudia berkeluarga, kita sering groceries dan menuhin kulkas. Ternyata ketika sudah masuk kulkas kok sepertinya ngga mood untuk makan ini atau itu, sampai akhirnya sayurnya busuk. Jadi berangkat dari situ, saya mulai menanam. Seperti misalnya, kenapa saya menanam seledri, karena setiap saya membeli seledri, selalu busuk sebelum dipakai. Jadi ketika akhirnya saya memetik seledri, saya baru sadar, oh dia akan tetap tumbuh ketika kita tidak pakai atau saat kita tidak konsumsi. Jadi ini jauh lebih irit juga.
  3. Untuk jenis sayur yang mau ditanam, apakah sudah ada rencana apa saja tanaman yang akan ditanam?
    Iya, sudah ada. Untuk tanaman yang cycle-nya cepat sekitar 30-40 hari panen, akan ditanam di hidroponik, agar bisa cepat diambil dan tanam lagi. Tapi untuk jenis tanaman yang cycle-nya agak lama atau bisa saya petik seperti seledri tadi, akan ditanam di pot konvensional. 

Terima kasih untuk @kebunkumara dan kak @ayudiac sudah berbagi cerita tentang berkebunnya. Semoga teman-teman juga semangat untuk bertanam dan berkebun lagi yaa. Jangan lupa follow terus @plantstorycom kak @ayudiac dan juga @kebunkumara biar nggak ketinggalan event-event seru lainnya 🙂

Dan selamat juga buat para pemenang giveaway voucher belanja @ 100.000 dari @plantstorycom. Jangan lupa vouchernya bisa kamu pakai belanja beragam kebutuhan bertanam di marketplace.plantstory.com yaa 🙂

0 Comments

Registration isn't required.



By commenting you accept the Privacy Policy

Latest Articles